Penderita Difteri Asal Batang akan Diimunisasi Ulang

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 15 Dec 2017 20:16 WIB
klb difteri
Penderita Difteri Asal Batang akan Diimunisasi Ulang
Pemkab Batang sedang melakukan konferensi pers terkait warganya yang terjangkit difteri, Medcom.id - Kuntoro

Batang: Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan berikan imunisasi tambahan atau imunisasi ulang kepada KS, warga Kecamatan Banyuputih, yang dinyatakan positif difteri. Pemberian imunisasi ulang juga dilakukan kepada orang yang ada di desa penderita atau orang yang kontak dengan penderita. 

"Kami akan berikan imunisasi ulang yaitu ORI (Outbreak Respons Immunization), kepada penderita. Saat ini, penderita masih dirawat di RS Kariadi, Semarang," kata Kepala Dinas Kabupaten Batang, Nurjanah Basbeth, saat konferensi pers, di Bagian Humas Setda Batang, Jumat, 15 Desember 2017.

Ditambahkan Basbeth, selain mengimunisasi ulang kepada penderita, pemberian imunisasi ulang juga dilakukan kepada orang yang ada di desa penderita atau orang yang kontak dengan penderita, yang akan di berikan kepada orang  dari usia 1 tahun sampai dewasa.

“Hari ini sudah mulai bergerak memberikan imunias. Untuk umur kurang dari 5 tahun diberikan vaksin DPT, HB, HIB. Untuk umur 5 tahun sampai 7 tahun diberikan vaksin DT. Sedangkan umur 7 tahun sampai dewasa, diberi vaksin TD, supaya tahan terhadap kuman difteri," paparnya.

Disampaikannya, kasus difteri yang diderita oleh KS, jenis kelamin perempuan, usia 6 tahun, tersebut didiagnosa jenis Tonsilitis difteri atau difteri ringan.

"Difteri nya jenis ringan, belum menimbulkan radang dan masih bisa tertolong. Namun, tetap harus menjalani perawatan di ruang isolasi selama 2 minggu, untuk mematikan bakterinya," tambahnya.

Basbeth menjelaskan, dengan ditemukanya kasus positif difteri, Pemkab Batang menindaklanjutinya dengan penyelidikan epidemiologi di sekitar kontak.

"Kita usut dari mana datangnya difteri. Hasilnya, di desa tersebut tidak ada yang sakit dengan ciri-ciri menyerupai difteri. Kemungkinan difteri didapat dari Cilacap, karena penderita sebelumnya berpergian ke Cilacap. Sudah kami sampaikan, supaya ditindaklanjuti Pemda setempat," ujarnya.

Seperti diketahui, di Kabapaten Batang ada dua penderita difteri. Satu penderita dinyatakan positif atas nama KS, 6 tahun, jenis kelamin perempuan. Penderita kedua, HA, 14 tahun, jenis kelamian laki-laki, warga Kecamatan Gringsing, dinyatakan difteri negatif, saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Tugu Rejo Semarang.


(RRN)