Simulasi andai Merapi Meletus

Patricia Vicka    •    Rabu, 18 Oct 2017 16:38 WIB
simulasi bencana
Simulasi andai Merapi Meletus
Petugas kesehatan tengah simulasi penangan korban Gunung Merapi. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Gunung Merapi meletus pada Rabu siang, 18 Oktober 2017. Ribuan warga yang tinggal di sekitar Merapi terluka. Tim SAR datang dan segera mengungsikan mereka ke Posko Kedaruratan Bencana.

Sirine ambulans meraung-raung di lapangan Jongkang di Kecamatan Widodomartani, Ngemplak, Sleman Yogyakarta. Tim medis bergerak cepat turun dari mobil ambulans.

Dengan cekatan, mereka memindahkan seorang warga korban wedus gembel Merapi. Tubuh warga berjenis kelamin pria tersebut penuh darah. Ada sebuah ranting pohon tertancap di dadanya sementara dahinya terbakar dan berubah warna menjadi merah kehitaman. Pria itu segera dipindahkan dari ambulans ke tenda posko dengan menggunakan tandu.

Tak lama berselang, datang ambulans lainnya. Ambulans itu membawa beberapa warga lain yang terluka. Ada beberapa dari warga yang mengalami patah tulang. Beberapa lainnya tak sadarkan diri karena terluka parah di bagian tubuhnya.

Tim kesehatan dengan ligat menangani korban letusan Gunung Merapi. Perban putih dibalutkan, obat penghenti luka dioleskan.


Petugas kesehatan tengah simulasi penangan korban Gunung Merapi. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Beberapa dipasangkan infus untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang. Kordinator tim mendata warga yang terluka. Warga yang terluka parah dan membutuhkan penanganan medis lebih dalam segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Sementara di sisi lain, tim Sar dan tim tangguh bencana BPBD sibuk berkomunikasi melalui radio panggil dengan petugas yang berada di lokasi lain. Mereka saling mencocokkan data dan mencari korban yang masih terjebak di dalam rumahnya.

Di sisi timur, petugas logistik yengah sibuk mendirikan dapur umum dan menyalurkan makanan dan obat-obatan untuk para korban. Suasana pun menjadi mencekam.


Koordinator kesehatan mendata korban Gunung Merapi. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Situasi tersebut terjadi dalam simulasi bencana letusan Gunung Merapi. Simulasi bencana letusan Merapi ini baru pertama kali digelar oleh Pemda DIY. 

"Kami libatkan sekitar lebih dari 500 relawan dan warga sekitar ikut simulasi ini. Tujuannya agar mereka bisa mandiri menyelamatkan diri dan membantu menyelamatkan orang lain ketika Merapi meletus," ujar kepala BPBD DIY Krido Suprayitno di lokasi simulasi, Rabu 18 Oktober 2017.

Lapangan Jangkang dipilih karena menjadi daerah yang aman ketika terjadi letusan Merapi. Lapangan ini berjarak sekitar 20 km dari Merapi. Ke depan, Lapangan Jangkak dipersiapkan sebagai tempat pusat koordinasi tim penanggulangan bencana untuk menjalankan rencana mitigasi bencana dan tempat penanganan medis sementara para korban.

Simulasi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB. Suasana dan strategi dibuat semirip mungkin dengan kondisi yang akan terjadi saat Merapi meletus. Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X turut hadir menyaksikan sekaligus mempelajari kondisi simulasi letusan Gunung Merapi ini.


Tim gabungan BPBD, TNI, dan relawan berkoordinasi di pusat komando. Foto: MTVN/Patricia Vicka


(SUR)