48 Dusun di Pemalang Rawan Bencana Longsor

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 12 Nov 2017 12:18 WIB
bencana longsor
48 Dusun di Pemalang Rawan Bencana Longsor
Kondisi desa rawan bencana longsor di Pemalang, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Pemalang: Sebanyak 48 dusun dari 84 dusun di 15 desa di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terancam bencana tanah longsor. Puluhan dusun tersebut berada di wilayah tebing dan lereng bukit dengan kontur tanah labil.

Salah satu relawan Tagana, Rian Kurniawan mengatakan, pihaknya telah memetakan wilayah rawan tanah longsor sejak peristiwa longsor yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, yang mengakibatkan ribuan jiwa warga Watukumpul kehilangan tempat tinggal.

“Berdasarkan hasil pemetaan, lebih dari 50 persen wilayah Watukumpul terancam tanah longsor. Saat ini terdapat ratusan warga di 48 dusun, yang rumahnya berada ditebing-tebing,” ujarnya, Minggu, 12 November 2017. 

Menurut Rian, untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor, pihak Kecamatan bersama dengan BPBD selalu memberikan informasi kepada warga agar waspada apabila di wilayahnya terjadi hujan lebat.

Sementara itu, memasuki musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, setidaknya sudah terjadi beberapa kali longsor di wilayah Kecamatan Watukumpul.  

“Terakhir, musibah tanah longsor terjadi Sabtu siang kemarin. Setidaknya ada 7 rumah di Dusun Sirongge RT 13 RW 04, Desa Tundagan, rusak diterjang tanah longsor dari tebing di bagian belakang pemukiman,” tambahnya.

Ditambahkan Rian, akibat dari longsor yang menimpa 7 rumah tersebut, setidaknya ada 35 jiwa yang saat ini mengungsi, lantaran rumah dalam kondisi rusak hingga 60 persen.

“Ada 35 jiwa yang sementara ini mengungsi, terdiri dari laki laki 17 orang, perempuan 18 orang, balita 1 orang dan lanjut usia 2 orang,” paparnya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pemalang, Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan kepada warga Desa Tundagan yang menjadi korban longsor. 

“Kami berikan bantuan paket logistik, seperti mi instan, beras, minyak dan makanan siap saji. Kami juga berikan bantuan berupa selimut, pakaian baru, peralatan mandi dan lainnya. Hari ini langsung kami distribusikan melalui desa yang terkena bencana,” ungkapnya.

Tri mengimbau kepada warga yang bermukim di wilayah perbukitan, lereng maupun tebing, untuk selalu waspada saat terjadi hujan lebat. Agar sesegera mungkin mengungsi, agar dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa.

“Kalau hujan lebat, segeralah mengungsi ke daerah yang aman, karena saat ini sering turun hujan lebat yang disertai angina dan petir,” pungkasnya.



(ALB)