Kawasan Relokasi Bandara Yogyakarta Belum Sepenuhnya Layak

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 21 Oct 2017 18:47 WIB
infrastrukturbandara
Kawasan Relokasi Bandara Yogyakarta Belum Sepenuhnya Layak
Kondisi tempat relokasi warga Desa Palihan dan Glagah yang terdampak proyek pembangunan bandara NYIA. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Bedol Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta diselenggarakan hari ini sebagai dampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Namun, kawasan yang menjadi tempat relokasi warga belum sepenuhnya layak.

Puluhan pekerja tampak masih sibuk membangun sejumlah tempat tinggal warga Meski sebagian masih dalam tahap pembangunan, sejumlah rumah sudah ditempati warga yang direlokasi.

Pantauan Metrotvnews.com, akses jalan belum begitu baik meski listrik dan air sudah tersedia. Sementara, di sekitar rumah masih terdapat banyak genangan air. Saat terjadi hujan, genangan air di berbagai titik masih terjadi.

Setidaknya, ada lima desa terdampak proyek pembangunan bandara NYIA. Selain Desa Glagah, juga ada Desa Palihan, Sindutan, Jangkaran, dan Kebunrejo. Tak hanya tempat relokasi di Desa Glagah yang belum sepenuhnya layak. Kawasan relokasi Desa Palihan juga jauh dari layak. Masih banyak kubangan dan lumpur di sekitar rumah relokasi itu.


Alat berat masih terlihat bekerja di kawasan relokasi warga Desa Palihan yang terdampak proyek pembangunan bandara NYIA. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Sebuah alat berat pun masih dioperasikan. Marjono, warga terdampak dari Desa Glagah meminta pemerintah segera membereskan semua kekurangan di tempat relokasi. Fasilitas umum seperti sarana prasarana, tempat ibadah hingga sekolah masih belum tersedia.

"Mohon fasum dan sarana prasarana disempurnakan segera oleh pemerintah lah," kata lelaki 89 tahun yang memiliki enam cucu dan 14 cicit ini.

Sulistyaningsih, warga terdampak lain, juga merasakan hal serupa. Sulistyaningsih kesulitan untuk beraktivitas seusai hujan turun. Ia juga berharap pemerintah segera memenuhi sarana prasarana lokasi relokasi dan mengurangi potensi genangan air.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo berujar akan selalu berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Kulon Progo untuk memenuhi pembangunan area relokasi. Ia menyebut sekolah, pasar, dan tempat ibadah akan dipenuhi secara bertahap.

"Memindahkan sekolah kalau langsung tidak bisa. Kami masih menyiapkan tenaga dan pikiran. Puskesmas juga akan kita siapkan," kata dia.


Kondisi jalan tempat relokasi warga terdampak proyek pembangunan bandara NYIA masih buruk. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim


(SUR)