Warga Masih Anggap Sepele Menerobos Perlintasan Kereta

Iswahyudi    •    Rabu, 20 Dec 2017 11:28 WIB
jalur kereta api
Warga Masih Anggap Sepele Menerobos Perlintasan Kereta
Pengguna jalan menerobos palang perlintasan kereta api di jalur pantura Kaliwungu, Kendal. Foto: Medcom.id/Iswahyudi

Kendal: Kesadaran sebagian masyarakat untuk tertib lalu lintas masih minim. Masih ada saja yang menerobos perlintasan kereta yang terang-terang dilarang karena dapat mengancam nyawa.

Hal ini bisa dilihat di dua perlintasan kereta di Jalur Pantura yang melalui Kendal. Di kawasan ini ada dua perlintasan kereta api, Kaliwungu dan Weleri. Walau sirine peringatan sudah berbunyi, palang pintu sudah turun, masih ada saja yang menerobos.

Perlintasan tak menutup sempurna jadi alasan warga menerobos jalur kereta. Tergesa-gesa mengejar waktu pun jadi dalih tanpa memikirkan keselamatan jiwa.

Salah satu pengendara, Deni, nekat menerobos palang pintu. Warga Kaliwungu ini beralasan tengah tergesa-gesa ada acara. Padahal, kereta api sudah kelihatan datang dengan kencang.

“Sudah biasa  mas yang penting  kereta  masih jauh,” kata Deni, Rabu, 20 Desember 2017.

Kasat lantas Polres Kendal, AKP Edi Sutisno mengakui kesadaran masyarakat  berlalulintas  masih kurang. Walau sudah diberi pembatas dan palang, tak jarang pula polisi turun ke jalan untuk menjaga perlintasan, tak ada tanda-tanda warga jera.

Padahal, sepanjang 2017 ini lima kecelakaan di perlintasan kereta terjadi di kota Kendal. Sembilan orang meninggal.

"Mimimnya  kesadaran masyarakat untuk  patuh pada  aturan lalu lintas, sehingga tidak  mengedepankan keselamatan," kata Edi.


 


(SUR)