Mahasiswa Umus Tolak Mundurnya Rektor Qomar

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 21 Nov 2017 13:50 WIB
pendidikan
Mahasiswa Umus Tolak Mundurnya Rektor Qomar
Ratusan mahasiswa Umus Brebes menggelar aksi demonstrasi menuntut yayasan agar Qomar kembali menjabat rektor -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Brebes: Ratusan mahasiswa menolak mundurnya Nurul Qomar sebagai Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) di Brebes, Jawa Tengah. Mereka menuntut pihak yayasan mengembalikan Qomar sebagai rektor.

"Kami akan terus menuntut pihak yayasan agar Pak Qomar tetap di sini sampai akhir periode. Kalau memang tidak bisa kembali, aksi mahasiswa ini akan tetap berlanjut," kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Umus Saripin saat menggelar aksi di di depan kampus, Senin, 20 November 2017.

Jika pihak yayasan tak bersedia beraudiensi dengan mahasiswa secara terbuka, mereka mengancam akan menggelar aksi selama satu minggu. Mahasiswa siap menggelar aksi yang lebih besar karena mundurnya Qomar sebagai rektor dianggap sebagai kemunduran universitas pertama di Kabupaten Brebes tersebut.

(Baca: Pelawak Qomar Mundur dari Jabatan Rektor UMUS Brebes)

Teguh Arif, mahasiswa Umus, mengatakan banyak kejanggalan terkait mundurnya Qomar. Karenanya, ia dan mahasiswa lainnya menuntut agar pihak yayasan, rektorat, mahasiswa, dan Qomar duduk dalam satu meja dan membahasnya secara terbuka.

"Belum ada mahasiswa yang diwisuda semenjak kampus ini berdiri. Selama itu pula, kampus ini sudah 'mewisuda' rektor tiga kali. Kami menurunkan bendera setengah tiang sebagai bentuk belasungkawa dan mengalang pendandatanganan petisi," tegas Teguh.

Terpisah, Wakil Rektor II Umus Maksori mengatakan Qomar mundur sebagai rektor karena hendak mengikuti pilkada Cirebon 2018. Ia menampik mundurnya Qomar lantaran ada permasalahan di internal kampus.

"Kami semua berhubungan baik kok," katanya.

Qomar menjabat Rektor UMUS sejak pelantikan yang dilakukan pada Kamis, 9 Februari 2017. Ia diangkat menjadi rektor melalui Surat Keputusan Nomor 001/SK/YMS/H/2017. Berdasarkan SK itu, mantan anggota DPR tersebut menjabat rektor periode 2017-2021.

Selama menjabat, Qomar membukukan akreditasi B di tiga fakultas di UMUS. Kampus juga mencairkan dana hibah senilai Rp740 juta. Jumlah mahasiswa yang masuk ke kampus tersebut pun mencapai 230 orang. Jumlah itu diklaim paling tinggi sejak 2012.


(NIN)