Bupati Brebes Dilantik, Komisioner KPU Walkout karena Undangan

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 04 Dec 2017 15:54 WIB
Bupati Brebes Dilantik, Komisioner KPU Walkout karena Undangan
Gubernur Ganjar Pranowo melantik Bupati dan Wakil Bupati Brebes, di Semarang, Jawa Tengah. Medcom.id / Kuntoro Tayubi

Semarang: Bupati Brebes Idza Priyanti dan Wakil Bupati Narjo resmi dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hari ini, Senin, 4 Desember 2017 di Wisma Perdamaian, Semarang. Idza-Narjo melanjutkan masa kepemipinannya hingga 2022.

Pelantikan mendasari Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 133.3359/2017. Ganjar Pranowo berharap Idza-Narjo meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Terutama tatanan administrasi kependudukan, seperti  pembuatan E-KTP, KK, dan akta kelahiran.

"Selain itu juga meningkatkan teknologi untuk menunjang produksi unggulan daerah," ujar Ganjar saat memberi sambutan usai pelantikan.

Ganjar mengakui APBD Kabupaten Brebes tak besar, sehingga semua program pembangunan  dapat tercukupi. Bupati dan wakilnya pun harus kreatif mencari jalan keluar.

"Gunakan non APBD. Seperti dari CSR dan Baznas, yang bersumber dari 2,5 persen gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN)," terangnya.

Kegiatan pelantikan Bupati Brebes dan Wakilnya diwarnai aksi walkout dari seluruh Komisioner KPUD. Lantaran  mereka tidak diijinkan memasuki ruangan  pelantikan.

Ketua KPUD Brebes Reza Pahlevi mengaku mendapat undangan resmi. Namun, panitia tidak memperbolehkan mereka masuk.

"Kami boleh menghadiri tetapi hanya boleh diluar, jadinya kami berlima walkout," kata ketua KPUD Brebes, Reza Pahlevi.

Reza menjelaskan, sebelumnya rombongan KPUD sempat masuk kedalam ruang pelantikan. Namun, ternyata kursi yang sedianya untuk mereka sudah ditempati orang lain.

Usut punya usut, kode undangan diterima KPUD Brebes berkode L, yang artinya undangan di luar ruang pelantikan.
(SUR)