8.756 Rumah Rusak Akibat Banjir Rob di Pekalongan

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 05 Dec 2017 17:08 WIB
cuaca ekstremsiklon tropis cempaka
8.756 Rumah Rusak Akibat Banjir Rob di Pekalongan
Banjir rendah ribuan rumah penduduk di Pekalongan, Jawa Tengah dan. (Medcom.id / Kuntoro Tayubi)

Pekalongan: Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 8.756 rumah di dua kecamatan, terdampak bencana banjir yang terjadi pada Jumat, 1 Desember 2017 lalu. Sebanyak 8.750 rumah di Kecamatan Pekalongan Utara dan 6 rumah di Kecamatan Pekalongan Barat.

Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso mengaku banjir rob yang terjadi pada Jumat lalu berdampak pada kerusakan fisik, seperti kerusakan rumah, perabot rumah, tanggul jebol dan kerusakan tambak.

Data dari posko induk tanggap darurat, rumah yang terendam banjir di Kecamatan Pekalongan Utara meliputi 1.042 rumah di Kelurahan Bandengan, 1.400 rumah di Kelurahan Krapyak, 1.352 rumah di Kelurahan Padukuhan Kraton, 1.851 rumah di Kelurahan Panjang Wetan, 1.050 rumah di Kelurahan Kandang Panjang, 1.959 di Kelurahan Panjang Baru dan 100 rumah di Kelurahan degayu.

“Di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat ada 6 rumah yang terdampak. Sedangkan untuk infrastruktur jalan yang rusak, masih kami data,” katanya, Selasa, 5 Desember 2017.

Budi menambahkan untuk jumlah penduduk dari dua kecamatan yang terdampak banjir ada sebanyak 14.491 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 48.137 jiwa, di Kecamatan Pekalongan Utara. Dan Kecamatan Pekalongan Barat ada sebanyak 2.990 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 10.054.

Sedangkan untuk kerusakan rumah di Kecamatan Pekalongan Utara tercatat sebanyak 128 rumah, dengan rincian sebanyak 58 rumah rusak ringan, 45 rumah rusak sedang dan 25 rumah rusak berat. Di Kecamatan Pekalongan Barat, sebanyak 6 rumah rusak ringan. Dengan total kerugian sebanyak Rp 186 juta.

“Selain merusak 134 rumah, banjir juga merusak 10 bangunan sekolah. 9 sekolah di Kecamatan Pekalongan Utara dan 1 sekolah di Kecamatan Pekalongan Barat,” ujarnya.

Selain itu, terdapat 2 tanggul jebol, yakni tanggul di Kelurahan Krapyak sepanjang 110 meter dan tanggul di Kelurahan Panjang baru sepanjang 40 meter, dengan total kerugian sebanyak Rp150 juta.

Banjir juga mengakibatkan kerusakan tambak seluas 225 hektare di lima Kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara. Meliputi 60 hektare di Kandang Panjang, 10 hektare di Krapyak , 25 hektare di Padukuhan Kraton, 40 hektare di Kandang Panjang, dan 90 hektare di Degayu. 

“Total kerugian akibat banjir sebesar Rp 1.4 miliar lebih. Dan yang paling banyak kerugiannya adalah tambak, dengan total kerugian sebanyak Rp 1 miliar lebih,” jelasnya.

Pemerintah Kota Pekalongan memberikan bantuan berupa 9.000 paket logistik berupa makanan dan minuman untuk warga yang terdampak bencana banjir. Sebanyak 7.500 paket didistribusikan untuk 7 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara dan 1.500 paket didistribusikan untuk dua kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat.

“Satu paket bantuan berisi 2,5 kg beras dan 5 bungkus mi instan. Memang belum bisa merata, namun yang belum mendapatkan bantuan, akan kami mintakan ke pemerintah pusat,” pungkasnya.


(ALB)