Pembangunan Tol Ancam Ekonomi Pengusaha Rumah Makan Pantura

Iswahyudi    •    Jumat, 27 Oct 2017 16:49 WIB
infrastrukturjalan tol
Pembangunan Tol Ancam Ekonomi Pengusaha Rumah Makan Pantura
Rombongan mobil kepolisian melintas di area tol Pemalang Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Metrotvnews.com, Kendal: Pembangunan jalan tol diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga. Namun, keberadaan jalan tol mengancam pendapatan para pengusaha rumah makan pinggir jalur pantau utara.

Pengusaha rumah makan Bus Malam Laras Ati Weleri,  Suti Hasanah, mengungkapkan, bangunan rumah makannya tergusur habis oleh pembangunan jalan tol. Setelah pindah lokasi ke pinggir jalan non-tol yang dilalui bus malam, pendapatannya tetap turun drastis.

"Dengan adanya jalan tol, penghasilan dari rumah makan sangat minim. Dulu satu malam  rata-rata ada  20 bus masuk, sekarang  paling  tiga  bus," kata  Suti, Jumat 27 Oktober 2017.

Dia mereka kenangan rezekinya saat tol belum hadir di Kendal. Bus yang keluar dari  jalur lingkar, langsung masuk rumah makan. Kini  bus  harus berputar sehingga tak banyak konsumen yang datang ke tempatnya berjualan.

Hal serupa juga dialami rumah makan Mekar Sari Weleri yang dulu jaya. Pemilik rumah makan, Joko purnomo, mengeluh karena tol telah 'menyikat' rezekinya. Mau tak mau, dia bisa gulung tikar karena pendapatan tak lagi bisa menutup pengeluaran.

"Setelah di bangun jalan lingkar, usaha kami menurun. Apalagi ada jalan tol, usaha kami  mati karena  tidak ada bus  yang masuk," kata  Joko.

Jalan tol memang mampu mempercepat laju perekonomian regional, dengan memangkas waktu dari  daerah satu dengan daerah lain. Namun mereka yang biasa hidup di sebelah jalan non-tol perlahan mati.


(SUR)