Erupsi Gunung Agung

PT KAI Siagakan Rail Clinic di Banyuwangi

Pythag Kurniati    •    Senin, 27 Nov 2017 13:55 WIB
gunung berapierupsi gunungerupsi gunung agung
PT KAI Siagakan <i>Rail Clinic</i> di Banyuwangi
Rail clinic generai kedua PT. KAI yang pernah diujicobakan di Kota Solo, Jateng, pada 2016. Foto: Metrotvnews.com / Pythag Kurniati

Solo: PT. KAI menyiagakan rail clinic (kereta klinik) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang terdekat dengan Provinsi Bali. Kereta berfasilitas kesehatan cukup lengkap ini untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung.

"Sekarang kan sedang ada persoalan Gunung Agung. Rail clinic kita larikan ke Banyuwangi," ungkap Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 27 November 2017.

Adapun rail clinic yang disiagakan saat ini sebanyak satu unit kereta teranyar yang dimiliki PT KAI.
Rail clinic merupakan kereta medis yang memberikan pelayanan kesehatan.

"Biasanya kita lakukan gratis di daerah-daerah yang tidak terjangkau kendaraan lain," ujar Edi.

(Klik: Gunung Agung Keluarkan Dentuman Keras Sebanyak Dua Kali)

Rail clinic dilengkapi dengan fasilitas poli gigi, poli mata, ruang persalinan, ruang tindakan, ruang farmasi dan laboratorium. Sejumlah tenaga medis juga disiagakan.

Rail clinic yang dikirim ke Banyuwangi, papar dia, merupakan rail clinic generasi keempat. Rail clinic tersebut juga dilengkapi dengan perpustakaan.

Edi berharap, rail clinic yang dikirim ke Banyuwangi bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Khususnya masyarakat Bali dan sekitarnya yang terdampak erupsi.

(Baca: Erupsi Gunung Agung, Lahar Dingin Terjang Sungai)

Pusat Vulkanolodi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menaikkan status Gunung Agung dari level III atau siaga menjadi IV atau awas. Peningkatan status gunung dari fase freatik menjadi magmatik dilakukan setelah mengamati aktivitas vulkanik terkini.

Abu tebal mengepul hingga ketinggian 3.400 meter dari puncak Gunung Agung. Erupsi eksplosif dan dentuman terdengar hingga radius 12 kilometer dari gunung.


(SUR)