Sempat Rawat Jalan, Korban Pengeroyokan Kopassus Kembali Dirujuk ke RS

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 03 Jun 2015 17:18 WIB
perselisihan tni
Sempat Rawat Jalan, Korban Pengeroyokan Kopassus Kembali Dirujuk ke RS
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Hardjolukito, Benny Tumbeleka. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Letnan Dua Wahyu Jatmiko, satu dari empat korban pengeroyokan anggota Kopassus, harus kembali dibawa ke rumah sakit karena terus mengalami pusing kepala.

Anggota Intel Padang TNI AU itu dibawa kembali ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Hardjolukito, Yogyakarta, Selasa, 2 Mei, malam.

Kepala RSPAU Hardjolukito, Benny Tumbeleka, mengatakan Wahyu sempat dirawat di rumah sakit. Lantaran disangka tidak mengalami luka serius, ia diminta pulang dan hanya rawat jalan.

Tetapi, tiga hari berselang, kondisi tubuhnya terus menurun, ia terus merasakan pusing di bagian kepala. "Kondisinya terkena trauma kepala," kata Benny, di RSPAU Hardjolukito Yogyakarta, Rabu (3/6/2015).

RSPAU mengerahkan delapan dokter spesialis untuk menangani pasien yang sempat menjadi korban pengeroyokan. "Penanganannya secara holistik, ada keperawatan dan gizi. Karena kasusnya tidak sederhana," kata Benny.

Pada Minggu, 31 Mei, dini hari, terjadi pertengkaran antara anggota TNI AU dari Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU dan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah.

Akibat pertengkaran itu, seorang anggota TNI AU bernama Zulkifli, 39, berpangkatnya Serma, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal pada Senin, 1 Juni, pukul 21.30. Zulkifli sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta.

Satu rekannya, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang dirawat di rumah sakit yang sama, masih belum sadarkan diri.
 


(UWA)