Helikopter Water Bombing tak Dapat Padamkan Kebakaran di Gunung Sumbing

Budi Arista Romadhoni    •    Jumat, 14 Sep 2018 14:57 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Helikopter <i>Water Bombing</i> tak Dapat Padamkan Kebakaran di Gunung Sumbing
Kobaran api dan kepulan asap kebakaran hutan Gunung Sindoro tampak dari Desa Muntung, Temanggung, Jateng, Senin sore 10 September 2018, Ant - Aris Efizudin

Semarang: Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum dapat terbang di atas Gunung Sumbing dan Sindoro, Jawa Tengah. Sehingga helikopter tidak dapat melakukan pemadaman kebakaran di hutan di dua gunung tersebut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan kebakaran hutan terjadi di Gunung Sumbing dan Sindoro. Lahan yang terbakar berlokasi di Temanggung, Magelang, dan Wonosobo.

Tapi, medan ke lokasi kebakaran sangat sulit. Embusan angin kerap berubah. Hal itu yang menjadi faktor utama penyebab helikopter water bombing tak dapat beroperasi.


(Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sarwa Pramana, Medcom.id - Budi Arista)

"Tadi pagi sudah diadakan survei lapangan, laporannya helikopter tidak mampu dengan ketinggian 8.600 meter. Kondisi cuaca angin selalu berubah, sangat berbahaya, maka sampai saat ini belum bisa dilakukan pemadaman kebakaran," kata Sarwa ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Jumat, 14 September 2018.

Sarwa mengungungkapkan cara lain memadamkan api dengan kearifan lokal. Yaitu dengan mengandalkan hujan.

"Ini kita dorong lagi, secara manual juga dilakukan untuk memutus api," ungkapnya.  

Hujan, ujar Sarwa, sudah turun di kawasan tersebut meskipun gerimis. Sarwa mengatakan area hutan yang terbakar mencapai 800 Hektare. Upaya pemadaman secara manual terus dilakukan agar api tak menjangkau permukiman dan lahan pertanian.



(RRN)