Pembebasan Lahan Bandara Diadang 100 Makam

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 10 Apr 2018 16:26 WIB
bandara
Pembebasan Lahan Bandara Diadang 100 Makam
Presiden meletakkan batu pertama sebagai penanda pembangunan Bandara Kulon Progo dimulai, Jumat 27 Januari 2017

Kulon Progo: Pembebasan lahan proyek bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terkendala pemindahan makam. Sekitar 100 makam ahli waris warga Desa Glagah, Kecamatan Temon, belum dipindahkan. 

Kepala Desa Glagah Agus Parmono mengatakan tak ada ahli waris yang mengakui makam tersebut. Sehingga makan belum dapat dipindahkan.

"Kalau memang tidak ada permintaan (ahli waris pemilik makam), kita selesaikan sehabis pengosongan (lahan)," ujar Agus saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 10 April 2018. 

Agus mengatakan masih menunggu pengosongan lahan yang dilakukan PT Angkasa Pura I. Baik berupa pengosongan bidang tanah ataupun bangunan di atas tanah. 

Menurut dia, semua ganti rugi lahan tahapannya sudah di selesaikan di Pengadilan Negeri Wates, Kulon Progo. 
"Warga penolak juga masih bertahan. Pendapatan yang kami lakukan hanya meminta warga berkemas-kemas saja," kata dia. 

Kepala Kantor Wilayah BPN DIY, Tri Wibisono sempat mengutarakan, instansinya sudah menguasai lahan proyek bandara NYIA sebanyak 581,57 hektar yang terdiri dari 3.492 bidang. Total biaya ganti rugi yang sudah dibayarkan sebesar Rp4,1 triliun.

Sementara, berdasarkan Surat IPL bernomor 68/KEP/2015 tanggal 31 Maret 2015, luasan lahan untuk proyek bandara ada sebanyak 587,20 hektar yang terdiri dari 3.522 bidang. Secara presentase, baru sekitar 99,15 persen lahan yang dikuasai BPN DIY. 

"Surat IPL bandara sudah diperpanjang dengan berupa SK Perpanjangan 49/KEP/2017 tanggal 1 Maret 2017. IPL ini berakhir 31 Maret 2018," kata dia


(RRN)