Ki Enthus Dimakamkan di Halaman Rumahnya

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 15 May 2018 12:33 WIB
obituari
Ki Enthus Dimakamkan di Halaman Rumahnya
Suasana rumah duka dan tempat pemakaman almarhum ki Enthus Susmono di Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Suasana rumah duka almarhum ki Enthus Susmono ramai oleh warga, Selasa, 15 Mei 2018 pagi. Bupati Tegal nonaktif itu dimakamkan di rumah pribadinya di Jalan Projo Sumarto 2 Nomor 11, Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hari ini.

Selain keluarga, kerabat, dan handai tolan, ratusan warga yang ikut berduka banyak juga yang datang dari luar kota. Salah satu di antaranya adalah sahabatnya ketua Dewan Kesenian Kabupaten Brebes, Wijanarto.

“Enthus Susmono memiliki daya dobrak dalam jagat pewayangan yang selama ini selalu memandang Yogya dan Solo sebagai kiblat pewayangan,” katanya di sela-sela pemakaman ki Enthus di Tegal.

Wijanarto menambahkan wayang bagi Enthus bukan hanya sarana, tapi sebagai subjek. Inilah yang menjadikan kelebihannya saat menjajal pakeliran politik. Melalui tokoh Lupit, Enthus mengelaborasi dalam budaya kerakyatan.

Kreativitas Enthus yang 'liar' menjadikan pementasan wayangnya punya kelebihan. Sejak remaja, Enthus Susmono dikenal sebagai dalang muda berprestasi.

“Mungkin orang akan menilainya sarkasme. Namun justru di situlah kekuatan dan keunikan wayang pesisiran. Dan masyarakat Tegal, Slawi, dan Brebes mengapresiasi seni pertunjukan wayang (khususnya golek),” ungkapnya.



Dibekali dengan ilmu teaternya (pernah bergabung dengan Teater RSPD), kecakapan mendalangnya ditambah dengan ilmu dramaturgi dan akting membuat rancak setiap pementasannya.

Ada beberapa dalang yang memengaruhi dasar ilmu mendalangnya seperti ayahnya, dalang Darto, serta Ki Bonggol dari Kemurang Brebes yang khusus mereparasi wayang goleknya.

“Tentu kita kehilangan sebagai seorang seniman dan sekaligus politikus yang berhasil menjadi kepala daerah. Jagat kesenian merasa kehilangan setelah meninggalnya Slamet Gundono yang dikenal dalang wayang suket,” pungkasnya.

Pemakaman Ki Enthus Susmono berubah dari rencana awal yang akan dikebumikan di Rumah Pemakaman Keluarga Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Pantura Kabupaten Tegal. Keputusan itu keluar setelah pihak keluarga bersama Pemkab Tegal berdiskusi untuk persemayaman terakhir almarhum.

Kasubag Humas Pemberitaan dan Dokumentasi Pemkab Humas, Hari Nugroho, mengatakan perubahan rencana tersebut hasil keputusan keluarga saat rembuk bersama. Pihak keluarga ingin dekat dengan sosok almarhum.

Sebelum dimakamkan, Pemkab Tegal melakukan penghormatan terakhir kepada almarhum Enthus. Jenazah kemudian disalatkan terlebih dahulu di Mesjid Agung Procot, Slawi, Kabupaten Tegal.



(ALB)