Jaringan Penyelundup Sabu dari India Ditangkap

Pythag Kurniati    •    Rabu, 11 Jul 2018 13:52 WIB
narkobasabu
Jaringan Penyelundup Sabu dari India Ditangkap
Dua tersangka jaringan penyelundup narkotika yang dibekuk Polresta Surakarta

Solo: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta membekuk dua orang pria yang merupakan jaringan penyelundup narkotika dari luar negeri. Mereka adalah Coni Wisnu Dirmaga, 22, dan Agus Pujiyanto, 41. Keduanya adalah warga Kartasura, Sukoharjo.

Keduanya dibekuk polisi lantaran tertangkap hendak mengambil paket sabu seberat 3,16 ons atau senilai Rp400 juta.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibawa mengatakan, sabu tersebut berasal dari India. "Dikemas dalam tujuh paket dan dilakban coklat," ungkap Ribut, Rabu, 11 Juli 2018.

Ribut menjelaskan, Polresta Surakarta mendapatkan laporan dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng-DIY mengenai adanya paket mencurigakan yang masuk ke Kantor Pos Indonesia. Setelah ditindaklanjuti, Polresta Surakarta membekuk tersangka pertama yakni Coni.

Coni ditangkap petugas di halaman parkir timur Kantor PT. Pos Indonesia Surakarta. Ia dibekuk saat hendak mengambil paket sabu tersebut.

Berdasarkan pengembangan, polisi pun kembali menangkap tersangka berikutnya, Agus Pujiyanto. Agus dibekuk di pinggir jalan di kawasan Sukoharjo.

Ribut menambahkan, dari pemeriksaan, penyelundupan paket sabu-sabu dari India tersebut diduga dikendalikan oleh narapidana di salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Jawa Tengah. "Kami masih lakukan pengembangan untuk mengungkap ini," ujar Ribut.

Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng-DIY, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan diungkapnya paket sabu-sabu selundupan bermula dari kecurigaan petugas. 

Barang yang masuk pada hari Rabu, 4 Juli 2018 tersebut awalnya diperiksa dengan X-Ray oleh petugas. "Karena mencurigakan, dibuka. Isinya ternyata paket sabu-sabu," katanya.

Atas perbuatan mereka, para tersangka dikenai Pasal114 ayat (2) subsidier 112 ayat (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau kurungan minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.


(ALB)