Museum Tertua di Indonesia dapat Kucuran Rp2 Miliar

Pythag Kurniati    •    Rabu, 20 Apr 2016 15:27 WIB
museum
Museum Tertua di Indonesia dapat Kucuran Rp2 Miliar
Dirjen Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud mengunjungi Radya Pustaka, Rabu (20/04/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Menyusul persoalan yang membelit Museum Radya Pustaka, pemerintah melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal menggelontorkan dana Rp2 miliar. Anggaran tersebut khusus digunakan untuk merevitalisasi manajemen museum tertua di Indonesia itu.

Dirjen Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Harry Widiarto, mengaku prihatin dengan kondisi Radya Pustaka. Pihaknya merasa perlu untuk tutun tangan dengan menata sistem manajerial museum.  "Kita akan benahi itu," ungkap Harry saat ditemui di Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016).

Selama ini, imbuhnya, sistem manajemen Museum Radya Pustaka masih jauh dari kata ideal. Makanya, Direktorat yang dia pimpin bakal membenahi susunan manajemen hingga sumber daya manusia, manajemen koleksi dan lainnya.

Selaku penanggungjawab revitalisasi manajemen, Direktorat bakal menggandeng tenaga-tenaga profesional. Termasuk melibatkan tim untuk digitalisasi naskah-naskah kuno di Radya Pustaka.

“Tahun 2016 ini kami targetkan harus rampung. Kita akan lakukan bertahap,” tandasnya.

Kunjungannya ke museum yang telah berdiri sejak 1890 ini dipandang penting lantaran dalam UU Cagar Budaya No 11/2010 menyebut pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat punya tanggung jawab untuk menyelamatkan cagar budaya.

Museum Radya Pustaka diketahui terkendala masalah keuangan lantaran dalam UU No 23/2014 mengenai Pemerintah Daerah menyebut dana hibah hanya dapat diberikan pada lembaga yang telah berbadan hukum. Sedangkan Radya Pustaka tidak berbadan hukum. Tersendatnya anggaran membuat operasional museum terganggu. Bahkan gaji belasan karyawannya pun telat dibayar selama empat bulan.


(SAN)