Boyolali Hujan Deras Solo-Sukoharjo Banjir

Pythag Kurniati    •    Selasa, 04 Oct 2016 22:43 WIB
banjir
Boyolali Hujan Deras Solo-Sukoharjo Banjir
Banjir di salah satu wilayah di Pajang, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/10/2016). Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Hujan deras yang terjadi di Boyolali pada Selasa sore hingga petang, 4 Oktober 2016, membuat Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo mengalami banjir.

Derasnya air kiriman dari Boyolali yang melalui Sungai Jenes mengakibatkan 55 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Laweyan terdampak banjir. Rumah warga terendam air hingga setinggi satu meter.

Rumah yang terkena banjir terdapat di RW 10 dan RW 14 Kelurahan Pajang, serta RW 05 Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah. 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Gatot Sutanto, mengatakan air datang dari arah barat yakni dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

“Air dari Kali Jenes deras sekali sampai meluap dan masuk ke rumah warga. Ada yang tingginya sampai satu meter,” kata Gatot saat dihubungi Metrotvnews.com.

Gatot mengatakan saat ini tiga regu dari BPBD Kota Solo telah menuju ke lokasi untuk memantau dan membantu warga. Tim juga akan menyisir Kota Solo untuk memastikan titik-titik wilayah terdampak banjir.

“Tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang terdampak bertambah,” imbuhnya. Saat ini BPBD Kota Solo juga tengah mempersiapkan logistik.

Tidak hanya di wilayah Solo, beberapa titik lokasi di Kabupaten Sukoharjo juga tergenang air banjir kiriman dari Boyolali. Kepala BPBD Kabupaten Sukoharjo, Suprapto, mengatakan beberapa rumah warga di wilayah Kecamatan Kartasura dan Kecamatan Grogol tergenang air.

“Berdasarkan laporan ada banjir yang hingga setinggi paha,” kata Suprapto. Timnya saat ini diterjunkan untuk mendata dan menyiapkan logistik.

Suprapto menerangkan banjir kiriman juga pernah terjadi sekitar satu tahun lalu. “Tadi memang Solo dan sekitarnya hujan namun hujan di Boyolali lebih deras hingga airnya menuju kemari. Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Solo untuk penanganannya,” kata dia.


(UWA)