Polisi Ukur Daya Ledak Bom Paku di Bantul

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 01 Nov 2016 17:59 WIB
bom meledak
Polisi Ukur Daya Ledak Bom Paku di Bantul
Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Gegana Polda DIY saat menyisir di sekitar lokasi ledakan bom. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta masih mendalami bom rakitan bermaterial paku yang meledak di Desa Sumber Karangnongko, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Selasa 1 November 2016. 

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Frans Tjahyono, menjelaskan hasil sementara olah tempat kejadian perkara sebatas temuan seperti kesaksian warga.

"Belum semuanya bisa kami sampaikan. Sementara, sesuai yang dilihat, terjadi lesakan, ada korban yakni kerbau yang terluka terkena paku akibat ledakan," ujar Frans di dekat lokasi kejadian.

Ia menjelaskan tim Gegana Polda DIY baru melihat fakta lapangan dan peristiwa yang telah terjadi. Ia menilai perlu pendalaman lebih lanjut perihal latar belakang mengapa ada bos rakitan di desa tersebut.

"Yang muncul dari dampak ledakan bom berupa paku dan serpihan logam dari baterai atau apa belum tahu. Unsur lain kami belum tahu," ungkapnya.

Ia menambahkan, kesaksian warga dan pemilik kerbau menjadi bahan penyelidikan. Selain itu, penyelidikan juga meliputi daya ledak bom yang sampai menggetarkan sekitar lokasi kejadian. 

"Daya eksplosifnya, kadar tekanannya, masih di dalam penyelidikan tim Jihandak (penjinak bahan peledak)," kata Frans.

Seekor kerbau menginjak bom diduga hasil rakitan di Bantul. Akibatnya, kerbau mengalami luka terkena paku dan sejumlah logam. Selain itu, getaran akibat ledakan bom tersebut juga sempat dirasakan warga sekitar.


(UWA)