Polisi Tak Dapat Info Warga Yogyakarta Ikut Aksi ke Jakarta

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 29 Nov 2016 14:22 WIB
unjuk rasa
Polisi Tak Dapat Info Warga Yogyakarta Ikut Aksi ke Jakarta
Kepala Polresta Yogyakarta, Kombes Tommy Wibisono. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Polisi di Yogyakarta berharap tak ada warga yang ikut aksi damai ke Jakarta, 2 Desember 2016. Warga Yogyakarta dianggap sudah cerdas bahwa kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, telah diproses hukum.

"Kami tidak mendapatkan info (warga Yogyakarta) berangkat ke Jakarta," kata Kepala Polresta Yogyakarta, Komisaris Besar Tommy Wibisono di kantornya, Selasa (29/11/2016).

Ia mengatakan, polisi sudah melakukan apel bersama untuk persiapan penjagaan area Yogyakarta. Menurut dia, hal ini untuk mengantisipasi keamanan wilayah jelang aksi damai yang diklaim sebagai aksi bela Islam jilid III.

"Apel berkaitan dengan aksi 2 Desember. Infonya kan aksi akan dilakukan super damai," kata dia.

Meski tak memperoleh info soal ada atau tidaknya warga Yogyakarta berangkat ke Jakarta, polisi akan memantau sejumlah titik keberangkatan transportasi umum, seperti terminal dan stasiun.

"Kita kan tidak punya jalur. Malah kita antisipasi (masa) dari luar Yogyakarta, bisa dari Solo atau sekitarnya," kata dia.

Siap ke Jakarta

Pernyataan Tommy dimentahkan Ketua Forum Umat Islam DIY, Muhammad Fuad. Menurutnya, ribuan warga Yogyakarta bakal berangkat ke Jakarta atas nama Forum Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta. Ia menyebut, ada sebanyak 1.900 orang yang telah mendaftar.

"Kami sudah melakukan rapat dua kali. Mudah-mudahan jumlah bisa bertambah," kata Fuad saat dihubungi Metrotvnews.com.

Menurut Fuad, orang yang mendaftar untuk ikut berangkat ke Jakarta berasal dari berbagai organisasi kemasyarakat (ormas) seperti Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Laskar Fastabiqul Khairat, Taman Surgai, dan sejumlah takmir masjid di Yogyakarta.

Fuad mengatakan ribuan orang itu akan berangkat Kamis 1 Desember. Mereka, kata dia, ada yang menggunakan transportasi kereta api, mobil pribadi, dan bus.

"Kamis kami berangkat bareng. Tapi ada yang pagi hari, ada yang siang hari," ucapnya.

Ia mengatakan massa yang berangkat ke Jakarta menggunakan dana pribadi serta dari penggalangan dana secara gotong royong.

"Penggalangan dana kita lakukan di Masjid Jogokaryan. Dana ini disiapkan bagi yang memiliki kendala, seperti ada kendaraan tapi tak ada uang, atau yang tidak punya dana sama sekali," ujar Fuad.


(UWA)