300 Hektare Tanaman Kedelai di Bantul Terancam Gagal Panen

Agus Utantoro    •    Jumat, 04 Nov 2016 10:04 WIB
kedelai
300 Hektare Tanaman Kedelai di Bantul Terancam Gagal Panen
Petani menjemur kacang kedelai hasil panennya di Desa Ciwarak, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (23/10/2015). Foto: Antara/Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Bantul: Sekitar 300 Hektare Tanaman Kedelai di Bantul Terancam Gagal Panen di Kabupaten Bantul. Ancaman ini dikarenakan tanaman terendam banjir setelah hujan deras terus-menerus dengan intensitas tinggi.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Pulung Haryadi, menjelaskan di Kabupaten Bantul pada musim tanam ini terdapat tanaman kedelai seluas 1.000 hektare.

"Hujan jelas ada pengaruhnya terutama untuk tanaman kedelai, dari angan-angan kita seluas seribu hektare, hampir 300 hektare yang kena banjir," kata Pulung, Jumat (4/11/2016).

Dengan demikian, kata dia, produksi panen kedelai pada 2016 tidak memenuhi target selama setahun, sebab Kabupaten Bantul hanya dapat memproduksi kedelai dari luasan lahan palawija tersebut sekitar 700 hektare.

"Hujan pada September kemarin betul-betul di luar perhitungan kami karena curah hujan dari yang sebelumnya sekitar 50 milimeter naik menjadi 300 milimeter," katanya.

Selain tanaman kedelai, kata dia, hujan dengan intensitas tinggi juga memengaruhi produksi kacang tanah, sebab, menurut catatannya, hampir seratus hektare tanaman kacang tanah tergenang air.

"Ini sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi insan-insan pertanian, sehingga harus menemukan sesuatu yang baru di 2017 ke depan. Kami juga sudah diperintah Pak Bupati dan Pak Wabup untuk mengantisipasi," katanya.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan penurunan produksi pangan hasil pertanian akibat perubahan iklim di kabupaten ini perlu diantisipasi agar tidak mengancam ketersediaan pangan.

"Saat ini ancaman ketersediaan pangan bukan hanya karena menyusutnya lahan pertanian tetapi perubahan iklim jadi persoalan serius yang harus kita antisipasi bersama," katanya.

 


(UWA)