Waspada Retakan Tanah Setelah Gempa Bumi

Ardi Teresti Hardi    •    Jumat, 18 Nov 2016 13:44 WIB
gempa
Waspada Retakan Tanah Setelah Gempa Bumi
Ilustrasi. Foto: Antara/Kornelis Kaha

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta, BMKG, Tony Agus Wijaya, meminta warga waspada jika mendapati retakan tanah di daerah perbukitan setelah terjadi gempa tektonik. 

Pasalnya, gempa yang terjadi mungkin saja mempercepat proses retakan tanah yang sudah terjadi dan bisa berpotensi menjadi tanah longsor pada saat musim hujan.

"Kalau di daerah lereng perbukitan perlu diperiksa, terutama di dekat sumber gempanya. Perlu diperiksa kalau ada bukit-bukit yang memiliki retakan-retakan," kata dia, Jumat (18/11/2016).

Jika sebelumnya di lereng-lereng sudah ada retakan-retakan kecil, gempa yang terjadi mungkin bisa memicu semakin cepat retakan semakin besar. Untuk itu, pemeriksaan retakan perlu dilakukan sebagai antisipasi bencana lain, seperti tanah longsor.

Namun, Toni meminta masyarakat tidak perlu cemas dengan gempa bumi yang belakangan ini sering dirasakan. "Kita memang bertetangga dengan gempa bumi. Kita harus hidup harmonis dengannya," kata dia.

Wilayah Yogyakarta, lanjut dia, berdekatan dengan sumber gempa bumi, baik di laut maupun di darat. Sumber gempa di darat disebabkan oleh patahan atau sesar, sedangkan di laut disebabkan oleh pertemuan dua lempeng tektonik utama. Umumnya kekuatan gempa di darat lebih kecil daripada di laut.

Ia meminta masyarakat tidak perlu cemas terkait gempa bumi yang terjadi belakangan ini. Yang terpenting, kata dia, apabila terjadi gempa, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan. Seperti, keluar ruangan dan melindungi bagian tubuh dari reruntuhan.

Baca: Gempa Kembali Guncang Selatan Jawa

Gempa terjadi tadi pagi sekitar pukul 09.20 WIB di 8.87 LS,110.57 BT (93 kilometer Barat Daya Kabupaten Gunungkidul-DIY). Pusat gempa berada di kedalama 10 kilometer.

Sebelumnya, gempa juga menggoyang Kabupaten Malang pada Rabu 16 November pukul 22.25 WIB. Gempa berkekuatan 6,2 SR dan pusat gempa terjadi di 127 kilometer tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 69 kilometer.

Pada Jumat 11 November, gempa 5,2 SR juga mengguncang pulau Jawa, tepatnya di tenggara Pacitan, Jawa Timur. Pusat gempa berada di koordinat 9,03 lintang selatan dan 111,29 bujur timur.


(UWA)