500 Petani Tembakau Jateng Berangkat ke Jakarta

Tosiani    •    Selasa, 15 Nov 2016 14:55 WIB
petani tembakau
500 Petani Tembakau Jateng Berangkat ke Jakarta
Foto ilustrasi. (Ant/Anis Efizudin)

Metrotvnews.com, Temanggung: Sedikitnya 500 petani dari sejumlah daerah penghasil tembakau di Jawa Tengah dijadwalkan berangkat ke Jakarta sore ini, Selasa, 15 November. Mereka akan menggelar aksi damai bertajuk 'Silaturahmi Massal' di halaman gedung DPR.

Aksi itu untuk mendesak Rancangan Undang-undang Pertembakauan segera disahkan menjadi undang-undang.

Para petani itu, kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nasional, Agus Parmuji, akan bergabung dengan sekitar 100 petani tembakau lain dari Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur. 

Dengan demikian, total jumlah peserta aksi bertajuk 'Silaturahmi Massal' sebanyak 600 orang. "Aksi digelar di depan kantor wakil rakyat bertepatan pelaksanaan Sidang Paripurna," ujar Agus, dikutip Media Indonesia, di Temanggung.

Dari 500 petani se-Jateng yang akan berangkat ke Jakarta, menurut Agus, paling banyak dari daerah Temanggung. Jumlahnya mencapai 300 petani tembakau.

Mereka menuju Jakarta dengan enam unit armada bus. Tiap bus berkapasitas 50 orang. Selain itu, juga akan bergabung sejumlah 100 orang petani dari Magelang, Boyolali, Wonosobo, dan Klaten.

"Dari enam bus yang akan berangkat, dua bus di antaranya berangkat dari titik kumpul di Alun-Alun Kota Temanggung, dua bus lainnya berangkat dari Kecamatan Parakan, dan dua bus lagi berangkat dari Kecamatan Ngadirejo," papar Agus.

Petani juga akan menyuarakan agar pemerintah membatasi kran impor tembakau. Petani berharap pemerintah turut campur tangan dalam kesejahteraan petani dan menolak investasi asing di bidang pertembakauan.

Kepala Kepolisian Resor Temanggung, AKBP Wahyu Wim Hardjanto, mengaku telah menerima pemberitahuan dari APTI terkait keberangkatan massa petani. Polres akan mengawal massa hingga perbatasan Temanggung dengan Kabupaten Kendal. Wahyu meminta petani bisa membawa diri dengan baik sesampainya di Jakarta.


(SAN)