Nelayan Bantah Cantrang Merusak, Pemkot Uji Petik

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 29 Nov 2016 10:38 WIB
cantrang
Nelayan Bantah Cantrang Merusak, Pemkot Uji Petik
Sejumlah nelayan merapikan jaring cantrang saat tidak melaut di Pelabuhan Tegal, Jateng. (Ant/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Tegal: Paguyuban Nelayan Tegal (PNKT) membantah bila alat tangkap cantrang merusak karang dan tidak ramah lingkungan. Itu bisa dibuktikan dari hasil tangkapan saat jaring jenis tersebut digunakan.

“Tidak benar jika jaring cantrang merusak lingkungan. Buktinya tidak ada karang yang terbawa saat jaring cantrang digunakan,” kata Ketua PNKT Eko Susanto, Selasa (29/11/2016).

Baca: Nelayan Jateng Ingin Toleransi Cantrang Diperpanjang

Menurut Eko, wali kota Tegal dan jajarannya sudah menyaksikan sendiri bagaimana nelayan menggunakan alat tangkap cantrang saat melakukan uji petik jaring cantrang, Senin (28/11/2016).

Wali kota melihat langsung nelayan menabur jaring kemudian menariknya kembali. Hasilnya, semua yang masuk di jaring adalah ikan, tidak ada sedikitpun terumbu karang yang terangkut.

“Karenanya, kami memohon agar wali kota dapat membantu nelayan, supaya pemberlakuan larangan cantrang segera dicabut. Sebab pemberlakuan larangan akan membuat puluhan ribu nelayan menganggur,” tambah Eko.

Baca: Tak Gunakan Cantrang, Hasil Tangkapan Ikan di Jepara Naik Drastis

Sementara, saat melakukan uji petik jaring cantrang, Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno mengungkapkan, kewajiban pemerintah daerah adalah menampung aspirasi terkait pemberlakuan larangan cantrang oleh Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP).

Karena itu, pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan, serta tokoh nelayan melihat langsung cara kerja penangkapan ikan menggunakan jaring cantrang.

Hal ini dilakukan agar Pemerintah Kota Tegal dapat mensikapi serta membuat rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk segera memberikan solusi. "Sehingga pelarangan tidak menimbulkan gejolak serta dampak sosial ekonomi yang luas," ujarnya.

Ihwal akan adanya sosialisasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan dilakukan 29-30 November, wali kota berharap muncul soulsi yang bisa ditawarkan dan implementasikan setelah larangan cantrang efektif dilaksanakan.

Perlu diketahui, toleransi penggunaan cantrang bagi nelayan berakhir Desember 2016. Itu sesuai Surat Edaran Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP bernomor 14319/PSDKP/IX/2015 tertanggal 30 September 2015.

Kebijakan toleransi ditempuh setelah melalui serangkaian diskusi dan pertemuan dengan pihak terkait berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan.

Pada 2015, di Jateng tercatat sebanyak 10.758 nelayan, 1.248 di antaranya menggunakan cantrang.


(SAN)