Ombudsman: Pengosongan Lahan Bandara Kulon Progo Diduga Maladministrasi

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 14 Dec 2017 21:41 WIB
infrastrukturbandara
Ombudsman: Pengosongan Lahan Bandara Kulon Progo Diduga Maladministrasi
Proses perobohan rumah warga terdampak proyek pembangunan bandara Kulon Progo yang telah dikosongkan. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DI Yogyakarta (DIY) menduga ada maladministrasi dalam pengosongan lahan proyek banadara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Dugaan itu muncul dalam proses pendalaman laporan warga terdampak proyek pembangunan bandara NYIA, pada 28 November 2017.

Warga bernama Fajar Ahmadi melapor ke ORI Perwakilan DIY karena daun pintu dan jendela didongkel, serta saluran listrik rumahnya diputus tanpa proses pemberitahuan dan peringatan.

"Hasil belum ada. Tim (ORI) masih mengumpulkan keterangan dari warga yang mengalami dan menyaksikan langsung di lokasi," kata Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi di Yogyakarta pada Kamis, 14 Desember 2017.

(Baca: Pembangunan Bandara Kulon Progo Banyak Tabrak Aturan)

Budhi menegaskan imbauan ombudsman kepada PT Angkasa Pura I untuk menunda pengosongan lahan dan pembongkaran bangunan. Imbauan itu selama proses investigasi ORI berlangsung, hingga menyelesaikan pemeriksaan dan mengeluarkan atau penyampaikan hasil pemeriksaan kepada AP I dan pihak terkait.

"Tetapi itu tidak berarti bahwa Ombudsman RI DIY menyarankan pengosongan dan pembongkaran setelah investigasi/pemeriksaan Ombudsman RI DIY selesai. Nanti tergantung bagaimana hasil akhir investigasi Ombudsman RI DIY," katanya.

Aktivis enggan komentar

Aktivis Aliansi Tolak Bandara Kulon Progo, Heronimus Heron enggan menanggapi dugaan sementara itu. Namun ia mengecam tindakan PT Angkasa Pura I yang sempat melakukan kekerasan terhadap sejumlah mahasiswa.

Setidaknya, sekitar 12 aktivis mahasiswa yang tergabung dalam aliansi sempat dipukuli dan ditangkap. Mereka kemudian dibebaskan kurang dari 14 jam. "Masih ada 37 KK penolak bandara yang kami dampingi," katanya.

Project Sekretaris Proyek Pembangunan Bandara NYIA, Didik Tjatur Prasetya enggan mengomentari dugaan dari ombudsman. "Tahapan dan progres pengosongan dan pembersihan lahan tetap berjalan sesuai rencana. Kami manut atasan aja," ungkapnya.

(Klik: Warga Terdampak Bandara Kulon Progo Tagih Janji Pemerintah)


(SUR)