Tahap Ketiga Pamsimas Fokus Penuhi Kebutuhan Difabel

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 07 Dec 2017 15:42 WIB
kaum difabel
Tahap Ketiga Pamsimas Fokus Penuhi Kebutuhan Difabel
Deputi Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata -- medcom.id/Ahmad Mustaqim

Sleman: Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan fokus dalam pemenuhan kelompok difabel pada tahap ketiga. Upaya ini telah dimulai pada akhir 2016 dalam mengenalkan pembangunan yang inklusif terhadap penyandang disabilitas.

Deputi Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan Pamsimas telah menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku program tingkat nasional untuk memperkenalkan pembangunan secara inklusif. Dari pelatihan itu, diharapkan dapat diterapkan ke dalam program, mulai dari perencanaan sampai dengan operasional dan pemeliharaan serta keberlanjutan.

"Pelatihan ini dilanjutkan oleh pemerintah untuk seluruh tenaga pendamping masyarakat (atau tim fasilitator masyarakat) yang berjumlah 4.000 orang. Nantinya tak hanya tertuju pada difabel, tapi juga kelompok masyarakat yang mempunyai keterbatasan gerak seperti ibu hamil dan lansia," kata Rudy di Sleman, Yogyakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Menurut Rudy, sudah ada 200 desa yang diajukan menjadi lokasi pilot untuk penerapan program pembangunan yang inklusif terhadap penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat dengan keterbatasan gerak. Sejumlah lokasi pilot tersebut di antaranya di Kabupaten Garut, Ciamis, Dharmasraya, Maros, serta di Yogyakarta ada Sleman dan Bantul.

"Wilayah ini sudah mulai menerapkan fasilitas yang inklusif untuk sarana sanitasi sekolah dan keran umum, misalnya ruangan toilet yang berukuran lebih besar dengan pintu geser dan hand-railing," jelasnya.

Rudy mencontohkan, pembangunan sarana sanitasi sekolah di SLB Bakti Pertiwi Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang ramah difabel. Beberapa pekan ke depan, salah satu dusun di Desa Bokoharjo akan meresmikan kamar mandi umum ramah difabel.

Ketua CPMU Pamsimas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tanozisochi Lase menambahkan, Pamsimas yang sudah berlangsung sejak 2008 bertujuan membantu masyarakat pedesaan mendapatkan akses air minum aman dan sanitasi layak. Ia memperkirakan, program ini menjangkau 27.000 desa pada 365 kabupaten di 33 provinsi seluruh Indonesia.

Lase menyebut, program Pamsimas tahap pertama dan kedua telah menjamah sejumlah pedesaan yang memiliki akses sanitasi dan air bersih yang belum layak. "Pamsimas memberikan kontribusi terhadap rencana pemerintah untuk mencapai akses universal air minum dan sanitasi pada 2019," pungkasnya.


(NIN)