Tiga Desa di Pemalang Tergenang Banjir

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 19 Dec 2017 15:50 WIB
banjircuaca ekstrem
Tiga Desa di Pemalang Tergenang Banjir
Anak anak bermain di genangan banjir di Pekalongan, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)

Pekalongan: Ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tergenang banjir hingga ketinggian 80 sentimeter. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pemalang, Tri Wahyuningsih mengatakan, banjir disebabkan karena meluapnya Sungai Comal dan rob, setelah wilayah Pemalang diguyur hujan sejak Senin malam.

"Ada tiga desa yang tergenang banjir. Di antaranya adalah Desa Limbangan, Mojo dan Pesantren. Namun, wilayah yang tergenang hanya sebagian-sebagian saja, tidak seluruhnya," paparnya, saat ditemui di lokasi, Selasa, 19 Desember 2017.

Tri memperkirakan jumlah rumah yang tergenang sekitar 500an rumah lebih. Dan wilayah yang paling parah adalah Desa Limbangan.

"Perkiraan di Limbangan ada 300an rumah. Kalau di Mojo dan Pesantren, ya lebih dari 200an rumah. Tapi data tersebut masih perkiraan, untuk pastinya masih kami data," tambahnya.

Dikatakan Tri, pihak BPBD sudah bersiaga di lokasi sejak ada laporan dari warga. Pihaknya, siapkan satu unit perahu karet untuk mengevakuasi pengungsi. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinsos dan Dinkes untuk menangani dampak banjir.

"Untuk bantuan logistik ada di posko induk. Memang belum disalurkan, karena tidak ada warga yang mengungsi. Namun, bantuan tetap siaga di Kantor BPBD," tambahnya.

Tri mengimbau kepada warga yang berada di bantaran Sungai Comal, agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih cukup tinggi terutama di wilayah Pemalang bagian selatan.

"Kami imbau agar tetap waspada. Karena hujan lebat masih mengguyur wilayah Pemalang, sehingga Sungai Comal rawan meluap," paparnya.

Salah satu warga Desa Mojo, Lia menuturkan, banjir mulai masuk kedalam rumah pada Selasa dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Ketinggian air mencapai 40 hingga 80 cm

"Dari pihak desa sudah 'woro-woro' kasih peringatan kepada warga. Jadi, saya sempat menyelamatkan barang-barang dirumah, walaupun sampai sekarang rumah saya masih tergenang banjir setinggi kira-kira 50 cm," ujarnya.



(ALB)