Harapan Warga Yogyakarta di Kenduri Gubernur

Patricia Vicka    •    Jumat, 20 Oct 2017 14:23 WIB
pelantikan gubernuryogyakarta
Harapan Warga Yogyakarta di Kenduri Gubernur
Warga bersalaman dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemda DI Yogyakarta menggelar Kenduri Ageng dan Open House Pelantikan Gubernur. Ribuan warga Yogyakarta berbondong-bondong datang untuk ucapkan selamat ke Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X.

Jumiyah, 67, warga Jetis, Bantul, berharap Sri Sultan bisa terus memerintah Yogyakarta dengan bijaksana. "Doanya supaya Ngarso Dalem sehat, arif, dan bijaksana memerintah. Sehingga Yogyakarta bisa terus adem ayem," tutur wanita tua dengan bahasa Jawa halus, Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat 20 Oktober 2017.

Ia jauh-jauh datang dari rumahnya sejak pagi agar bisa bersalaman dengan Sri Sultan. Baginya bersalaman langsung dengan sang pemimpin adalah suatu kebanggaan dan percaya doanya bisa terkabul. Ia datang bersama sang anak dan beberapa warga satu kampung dengan menumpang bus umum.

Ia mengaku tak pernah merasa kekurangan walau hidupnya pas-pasan selama dipimpin Sultan HB X. Pun tak pernah merasakan gejolak mencekam "Buat saya hidup tak perlu berlebihan. Yang penting cukup dan tentram," katanya.


Jumiah (kerudung abu2) usai bersalaman dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Warga lainnya, Sumartino, 27, turut berharap agar lapangan pekerjaan bagi generasi muda lebih diperbanyak. Wanita asal Bantul ini mengaku kesulitan mencari pekerjaan.

"Di tempat saya lowongan kerja sedikit. Saya harus ke Kota Jogja supaya bisa dapet kerja. Semoga lowongan kerja di Bantul lebih banyak lagi," pungkasnya.

Warga juga berharap agar pemda DIY bisa turut memperhatikan warga miskin dan pedalaman agar kesejahteraan meningkat.

Pantauan Metrotvnews.com, acara dimulai pada pukul jam 08.00 WIB dan dibuka dengan rangkaian doa bersama serta pemotongan 10 tumpeng. Sulta HB X kemudian memotong sebuah tumpeng sebagai simbol pembukaan syukuran. Tumpeng-tumpeng itu kemudian diletakkan di bangsal Kepatihan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan memberi ucapan selamat kepada Sri sultan HB X dan Paku Alam X. Kedua pemimpin didamping sang istri, GKR Hemas dan G.bray Atika Suryodilogo.

Ribuan warga tampak mengantre dengan tertib untuk memberi salam kepada Sri Sultan HB X dan PAX.


 


(SUR)