Golkar Jateng Minta Novanto Diberi Kesempatan Pimpin Partai

Mustholih    •    Senin, 20 Nov 2017 17:53 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Golkar Jateng Minta Novanto Diberi Kesempatan Pimpin Partai
ilustrasi Metrotvnews.com

Semarang: Partai Golongan Karya Jawa Tengah meminta Setya Novanto diberi kesempatan memimpin partai berlambang pohon beringin. Semua kader beringin diminta menghormati proses hukum yang sedang menjerat pria yang menjabat Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

"Berikan kesempatan pada beliau agar bisa konsentrasi penuh menjalani hukum. Proses hukum Pak Novanto masih berjalan, (kita) harus menghormati proses hukum agar berjalan secara baik," kata Ketua Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono, saat dihubungi Metrotvnews.com, Semarang, Jateng, Senin, 20 November 2017.

Di samping memberi kesempatan bagi Novanto, Iqbal meminta kader Golkar mendoakan bagi kesembuhan pria yang menjabat Ketua DPR RI tersebut. 

"Akan lebih bijaksana manakala Pak Novanto diberikan kesempatan yang cukup menghadapi masalah hukum sambil bersama-sama mendoakan kesembuhan Pak Novanto. Partai Golkar secara kelembagaan harus memberikan kehormatan dan penghormatan kepada Pak Novanto," ungkap Iqbal menegaskan.

Novanto digiring ke Rutan KPK semalam usai tim dokter melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan. Tim dokter menyimpulkan Novanto sudah tidak lagi butuh rawat inap di rumah sakit.

Novanto menjadi tersangka kasus korupsi KTP-el. Ia bersama pengusaha Andi Narogong, yang jadi pesakitan KPK diduga mengatur proyek KTP-el senilai Rp5,9 triliun. Dalam surat dakwaan Andi Narogong, Novanto juga disebut telah mengeruk keuntungan Rp574,2 miliar dari proyek ini.

Ditahannya Novanto menyisakan masalah di internal Partai Golkar. Muncul desakan agar jabatan Novanto sebagai Ketua Umum Golkar ditinjau ulang.

Iqbal mengakui sikap Partai Golkar terhadap Novanto menuai pro dan kontra. "Tapi, namanya partai, pendapat berbeda ya biasa. Tapi semua harus taat pada mekanisme organisasi. Tenang saja," ungkap Iqbal.

Menurut Iqbal masalah Novanto sebaiknya diselesaikan di tingkat elit Partai Golkar. Namun, keputusan mereka harus tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar. "Ada mekanisme AD/ART. Nanti biar (urusan) para pendekar. Pasti ada jalan yang terbaik," kata dia.


(ALB)