Replika Candi Borobudur Mejeng di Bandara Adisucipto

Patricia Vicka    •    Rabu, 20 Sep 2017 16:54 WIB
bandara
Replika Candi Borobudur Mejeng di Bandara Adisucipto
Candi Borobudur mini mejeng di Bandara Adisucipto Yogyakarta, MTVN - Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Para penumpang Bandara Adisucipto, Yogyakarta, pagi ini disuguhi pemandangan berbeda dan unik. Beberapa pasukan kerajaan (bergodo) Keraton Jogjakarta melangkah ke depan pintu masuk bandara. Mereka menggunakan pakaian tradisional lengkap prajurit Keraton Yogyakarta. 

Mereka kemudian mengelilingi sebuah taman di depan pintu Keberangkatan Terminal A Bandara Adisutjipto sambil memainkan alat musiknya. Keberadaan mereka pagi ini dalam rangka meresmikan Taman Budaya Candi Borobudur. 


(Replika stupa Borobudur di Bandara Adisucipto Yogyakarta, MTVN - Vicka)

Di dalam Taman tersebut nampak miniatur Candi Borobudur yang diapit oleh dua buah patung Budha dan stupa. General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Pandu Agus Purnama menjelaskan pihaknya sengaja "memindahkan" Candi Borobudur ke sini supaya wisatawan tak perlu jauh-jauh lagi ke Magelang Jawa Tengah untuk melihat candi Budha terbesar di dunia ini.

"Jadi ketika penumpang turun dari pesawat, akan dapat langsung merasakan nuansa khazanah seni dan budaya Jawa yang iconik dengan keberadaan mini Candi Borobudur di Taman Bandara yang kita beri nama Taman Budaya Borobudur Bandara Internasional Adisutjipto,” kata Agus di Yogyakarta, Rabu, 20 September 2017.

Dalam Taman Budaya Borobudur ada 2 stupa dengan tinggi 1,8 meter dan diameter 2 meter. Ada juga 2 Patung Buddha dengan tinggi 1,7 meter dan diameter 2 meter. Keduanya dibuat dengan menggunakan batu candi dan andesit. Selain itu taman ini juga dilengkapi dengan kolam air mancur, pendopo dan tanaman hijau serta beberapa tempat duduk. Tamam ini dibuka untuk umum.

Agus berharap hadirnya taman ini mampu memberikan suasana rindang nan tenang bagi para pengguna jasa bandara saat menunggu pesawat datang. "Juga bisa untuk mendongkrak potensi pariwisata di wilayah Joglosemar (Jogja, Solo dan Semarang)," kata Agus.

Candi Borobudur menjadi The World Heritage¸ oleh  UNESCO pada 1992. Yaitu sebagai salah satu warisan budaya dan sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Candi ini dibangun di era Dinasti Syailendra pada 780-840 Masehi.

Usai peresmian, diadakan pula tradisi jamasan kereta pusaka keraton Yogyakarta yang dipinjamkan ke Bandara Adisutjipto. Jamasan adalah ritual pembersihan benda- benda pusaka yang rutin dilakulan oleh Keraton Yogyakarta.

Para abdi dalem Keraton Yogyakarta segera membersihkan Kereta Kencana dengan menggunakan kain lap dan minyak kayu putih. Alunan gamelan Jawa sayup-sayup mengalun menemani para abdi dalem membersihlan kereta Kencana. 


(RRN)