Puluhan Ribu Anak di Brebes Tidak Sekolah

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 26 Jul 2017 18:46 WIB
sekolah
Puluhan Ribu Anak di Brebes Tidak Sekolah
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Brebes: Angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diperkirakan mencapai puluhan ribu. Mereka tersebar di 17 kecamatan dan 297 desa/kelurahan. 

Memprihatinkan, karena Brebes baru saja menyandang predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Madya oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Brebes, Angkatno mengakui,  data ATS tersebut valid karena proses pendataan melalui program Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat. 

"Saat ini,  pemerintah daerah bersama kelompok masyarakat mendorong melalui gerakan kembali bersekolah (GKB), agar ATS bisa berkurang, " katanya saat beraudensi bersama Bupati Brebes, Rabu, 26 Juli 2017, di Pendopo Kabupaten. 

Angkatno mengatakan, di Kecamatan Paguyangan terdapat 2.614 anak tidak sekolah. Jumlah tersebut terbagi dalam anak putus sekolah, anak tidak bersekolah, dan anak lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. 

"Saya tidak hafal angkanya, tapi jika satu kecamatan saja jumlah ATS-nya lebih dari dua ribu, pasti ada puluhan ribu ATS se-Kabupaten Brebes," ungkapnya. 

Untuk itu, ia akan menggandeng beberapa pihak terkait untuk menyukseskan program mengembalikan anak sekolah. Selain mengoptimalkan organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemkab Brebes, ia juga melibatkan seluruh komponen masyarakat. 

"Termasuk CSR perusahaan yang berdiri di Brebes. Karena, ini akan menjadi gerakan masyarakat kembali bersekolah. Targetnya 1.000 anak akan kita kembalikan ke sekolah. Nanti juga ada empat desa yang akan kita jadikan proyek percontohan program GKB," katanya. 

Bupati Brebes Idza Priyanti berjanji mendorong perangkatnya untuk ikut menyukseskan program gerakan kembalikan bersekolah. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya. 

Hadir dalam audensi di antaranya Dinas Pendidikan, BP3KB, LSM Kompak, Kelompok GKB, FMPP, Unnes, dan Perwakilan Unicef.


(SAN)