Pendaki Gunung Merapi Ganggu Kamera Pemantau Kawah

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 02 Sep 2017 10:23 WIB
gunung merapi
Pendaki Gunung Merapi Ganggu Kamera Pemantau Kawah
Lokasi stasiun multiparameter di puncak merapi berisi alat CCTV,sensor gas, thermal cam dan reflektor untuk pemantau deformasi. Foto: Akun Twitter @BPPTKG

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Seorang pendaki Gunung Merapi diduga menghalangi kamera yang memantau aktivitas kawah di gunung tersebut. Tindakan pendaki dengan menutupi lensa dengan sebuah gelang itu terekam kamera pemantau pada Kamis, 31 Agustus 2017.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, juga mengunggah tindakan terlarang pendaki itu.

"14.45 JANGAN DITIRU! Oknum pendaki naik di tower sta.multiparameter di puncak #merapi kemudian menutupi cctv kawah, mengganggu alat pantau," demikian cuitan dalam akun resmi BPPTKG itu.

Kepala Seksi Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso mengatakan belum ada laporan resmi soal kejadian itu. Jika memang benar, kata dia, pendaki telah melanggar sejumlah aturan pendakian Gunung Merapi.

Aturan pertama yang dilanggar, menurut Agus, yakni tentang batas pendakian. Aktivitas pendakian Gunung Merapi harusnya hanya sampai di Pasar Bubrah. Namun, pendaki itu melanggar aturan pendakian Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dengan mendaki hingga wilayah puncak.


Aksi nekat pendaki tertangkap CCTV pemantau kawah Gunung Merapi. Foto: Akun Twitter @BPPTKG

Selain itu, pendaki itu juga telah melanggar aturan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu sinyal aktivitas kamera pemantau kawah di puncak Gunung Merapi.

"Jarak radius aktivitas seseorang semestinya tak lebih 50 meter dari kamera pemantau. Jika kurang dari jarak itu bisa mengganggu aktivitas kamera pemantau," kata Agus saat dihubungi Metrotvnews.com.

Agus menjelaskan, si pendaki yang sempat menutupi kamera pemantau melakukan tindakan berbahaya bagi diri sendiri. Sebab, seorang mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta pernah terjatuh dari puncak Gunung Merapi dan akhirnya meninggal.

Gunung Merapi dalam saat tertentu juga masih mengalami letusan kecil dan memunculkan abu.  "Batuan-batuan di puncak Gunung Merapi ini juga tidak stabil dan sangat rawan runtuh. Pendaki yang nekat ke puncak ini sangat mengancam keselamatan jiwanya," ungkapnya.

Ia mengimbau kepada seluruh pendaki Gunung Merapi agar bisa mematuhi aturan pendakian. Disamping itu, pendaki diminta ikut menjaga peralatan kamera pemantau di kawasan Gunung Merapi.

Menurut Agus, setidaknya ada 24 kamera pemantau yang ada di wilayah Gunung Merapi. Dari jumlah itu, empat kamera diantaranya dikhususkan untuk memantau aktivitas kubah di Puncak Gunung Merapi.

"Setelah letusan 2010, Gunung Merapi memasuki siklus baru karena letusannya di luar kebiasaan. Kami sedang cari tahu siklusnya dengan peralatan monitoring yang ada," ujarnya.


(SUR)