Pemerintah Dorong Jaringan Gas untuk Rumah Tangga

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 05 Aug 2017 16:44 WIB
energi
Pemerintah Dorong Jaringan Gas untuk Rumah Tangga
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat memberikan kuliah umum di UMS, Sabtu, 5 Agustus 2017.

Metrotvnews.com, Solo: Pemerintah mendorong perluasan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di daerah-daerah di Indonesia. Utamanya di kota maupun kabupaten yang lokasinya dekat dengan sumur gas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerangkan, jaringan gas lebih hemat dibandingkan tabung gas elpiji.

“Saya tanya pada ibu-ibu rumah tangga yang menggunakan, bisa hemat Rp30 ribu sampai Rp50 ribu satu bulan. Itu bila dibanding elpiji tiga kilogram,” ujar Jonan saat ditemui di Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sukoharjo, Sabrtu, 5 Agustus 2017.

Jonan menambahkan, penggunaan jargas bisa menghemat hingga Rp90 ribu bila dibandingkan dengan tabung gas elpiji non subsidi (12 kilogram). 

Ia memaparkan, hingga saat ini banyak sambungan rumah tangga di Indonesia yang telah teraliri gas bumi melalui jaringan gas. Jonan menyebut salah satu daerah yang rumah tangganya hampir teraliri gas bumi secara merata yakni Prabumulih, Sumatera Selatan.

“Prabumulih itu hampir merata. Kalau tidak salah dari 45 ribu rumah tangga sudah hampir 39 ribu rumah dialiri gas,” papar Jonan.

Selain Prabumulih, daerah lainnya yakni Tarakan. “Tarakan juga besar kalau enggak salah 20 ribu lebih (rumah tangga) sudah hampir merata juga. Mungkin dua pertiganya,” jelas dia.

Jonan menyebut Surabaya juga telah melakukan percontohan pada sekitar 11 ribu rumah. “Sidoarjo pun ada, masih banyak daerah lainnya,” imbuh Jonan.

Pemerintah, lanjutnya, secara bertahap terus mendorong konversi Liquified Petroleum Gas atau gas elpiji ke gas bumi. Salah satunya dengan pembangunan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga (Jargas). Pada 2017, pemerintah menargetkan menambah 53 ribu hingga 59 ribu sambungan rumah tangga teraliri gas melalui jargas.


(ALB)