Wisata Jip Lereng Merapi Siapkan Rute Baru

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 17 Dec 2018 17:15 WIB
natal dan tahun baru
Wisata Jip Lereng Merapi Siapkan Rute Baru
Sejumlah wisatawan menikmati perjalanan mereka dengan menggunakan mobil jip pada reli wisata di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta, Kamis (12/11). ANTARA FOTO/Saptono.

Yogyakarta: Asosiasi wisata mobil Jip di lereng Gunung Merapi menyiapkan rute baru jelang hari libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Rute baru ini akan menambah sejumlah pilihan rute lain yang sudah ada.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi Sisi Barat, Dardiri mengatakan, rute baru tersebut ke arah Turgo di barat obyek wisata Kaliurang. Ia mengatakan penambahan rute itu berdasarkan permintaan wisatawan.

"Yang ditawarkan dari rute itu, wisatawan bisa melihat alam sekitar, seperti proses memerah susu kambing dan susu sapi. Bahkan bisa minum (susu) di sana. Ada juga bisa melihat keindahan alam," kata Dardiri saat dihubungi, Senin, 17 Desember 2018. 

Dardiri menjelaskan, rute baru itu bertarif tak jauh beda dengan rute lain. Rute dengan wisata Jip ini dengan harga kisaran Rp350 ribu hingga Rp550 ribu. "Harga paket baru ini ada penambahan Rp50 ribu," ungkap Dardiri.

Rute baru itu melengkapi rute lain yang sudah ada. Tiga kategori rute yang sudah ada di antaranya mulai dari short, medium, dan long. Untuk kategori short dikenakan tarif Rp350 ribu dengan rute melewati museum bekas rumah yang terkena erupsi Gunung Merapi, Batu Alien, dan bunker.

Tarif kategori medium yaitu Rp450 ribu. Rutenya sama dengan kategori pertama. Tapi rute ditambah dengan petilasan Mbah Marijan (mantan juru kunci Gunung Merapi) atau wisata air. Lalu untuk kategori long bertarif Rp550 ribu meliputi semua titik yang ada dikategori short dan medium. 

Ia menyatakan sudah mengumpulkan anggota kelompoknya untuk menyambut wisatawan akhir tahun. Wisatawan diprediksi datang mulai 20 Desember 2018 hingga 5 Januari 2018.

Dari 900-an armada Jip yang terdaftar, sebanyak 650 unit layak beroperasi. Dardiri menyatakan hanya kendaraan yang layaklah boleh menarik wisatawan. Hal ini untuk menghindari kecelakaan seperti yang terjadi Januari dan Juni 2018. Pada dua peristiwa itu, dua orang meninggal dunia. 

"Kendaraan yang sudah memenuhi SOP boleh beroperasi, yang belum jangan dipaksakan. Liburan kali ini kami tak ada penambahan armada," ungkap Dardiri.

Dardiri menambahkan, kunjungan wisatawan mulai terlihat. Dalam sehari, ia sudah memperkirakan ada sebanyak dua hingga tiga ribu wisatawan. Diperkirakan, ada peningkatan dua sampai tiga kali lipat untuk liburan dua minggu ke depan. 

"Wisatawan sudah banyak yang pesan untuk mengisi liburan. Kami akan berusaha mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, jangan sampai ada insiden," ucap Dardiri.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengimbau pengelola Jip lebih hati-hati. Mengingat, status Gunung Merapi saat ini masih waspada. 

Di sisi lain, pertumbuhan kubah lava membuat puncak gunung tersebut memunculkan guguran. "Saya kira sejauh aktivitas masih dalam jarak tak lebih dari tiga kilometer dari puncak masih aman," ungkap Hanik. 


(DEN)