RS Pelita Anugerah Bantah Diputus Kerja Sama oleh BPJS

Mustholih    •    Kamis, 10 Jan 2019 01:25 WIB
bpjs kesehatan
RS Pelita Anugerah Bantah Diputus Kerja Sama oleh BPJS
RS Pelita Anugerah Demak, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Mustholih

Demak: Rumah Sakit Pelita Anugerah, Demak, Jawa Tengah, membantah sempat diputus kerjasamanya oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. RS Pelita Augerah mengklaim tidak pernah mendapat surat pemutusan kerjasama dari BPJS Kesehatan maupun dari Kementerian Kesehatan.

"Kami belum pernah menerima surat dari BPJS untuk pemutusan kerjasama," kata Karno selaku Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian RS Pelita Anugerah kepada Medcom.id, Demak, Jawa Tengah, Rabu, 9 Januari 2019.

Menurut Karno, sejak 1 Januari 2018 hingga sekarang, RS Pelita Anugerah tetap melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Padahal, rumah sakit yang diputus kontrak kerja sama seharusnya sudah tidak melayani pasien peserta BPJS Kesehatan sejak 31 Desember 2018. 

Karno menegaskan RS Pelita Anugerah sudah melakukan akreditasi pada 11 sampai 14 Desember 2018. Proses persiapan sudah dilaksanakan satu tahun sebelumnya. 

"Karena Pelita Anugerah sudah melaksanakan akreditasi. Jadi tinggal tunggu hasil akreditasinya saja sekarang," terang Karno.

Seperti diketahui, sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah sempat diputus kontrak kerjasama oleh BPJS Kesehatan. Akibatnya, mereka tidak bisa lagi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan Jawa Tengah mengungkap RS Pelita Anugerah termasuk rumah sakit yang sempat diputus kerjasamanya.

Menurut Karno, RS Pelita Anugerah selalu membangun komunikasi intens dengan BPJS Kesehatan dan Kemenkes dalam melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan bagi pasien diklaim selalu dilakukan oleh RS Pelita Anugerah. 

Baca: 14 RS di Jateng Diperpanjang Kerja Sama oleh BPJS

"Kami selalu meningkatkan pelayanan, karena tujuan akreditasi untuk meningkatkan mutu. Salah satunya keselamatan pasien, kelengkapan sarana prasarana," terang Karno.

Karno menambahkan pasien peserta BPJS di RS Pelita Anugerah mencapai 80 persen. Jadi, dia tidak yakin apabila Pelita Anugerah bisa diputus oleh BPJS Kesehatan. 

"Karena kebijakan pemerintah tetap membantu rumah sakit. Jadi pemerintah tidak mungkin putus kerja sama, karena RS ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia," tegas Karno.




(DMR)