Dropping Air masih Dilakukan di Jateng

Budi Arista Romadhoni    •    Jumat, 28 Sep 2018 11:06 WIB
kekeringan
<i>Dropping</i> Air masih Dilakukan di Jateng
Ilustrasi kekeringan lagi, Medcom.id - M Rizal

Semarang: Bencana kekeringan masih terjadi di Jawa Tengah. Hujan sudah terjadi di beberapa daerah. Namun pendistribusian air masih dilakukan ke warga di 29 kabupaten dan kota.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengatakan droping air hingga saat ini sudah mencapai 11.940 tangki air. 

"Dropping air masih terjadi 29 kabupaten Kota, disalurkan ke 214 Kecematan, dan 828 Desa. Data hari ini sudah mencapai 11.940 tanki air," kata Sarwa saat dihubungi Medcom.id di Semarang, Jumat 28 September 2018. 

Sarwa berharap, anggaran bantuan bencana kekeringan sebanyak Rp600 juta di Jateng dapat mencukupi kebutuhan.

"Sudah tak kasihkan Kabupaten demak 200 tangki, kemudian Kabupaten wonogori, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang sedang proses. Harapan saya dana bantuan anggaran provinsi ini mencukupi," ujarnya. 

Ia meminta kepala daerah dapat mengupayakan dana CSR untuk bantuan air bersih. Sebab, dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk kebutuhan warga di semua kabupaten dan kota.

Diperkirakan, musim hujan terjadi di Jateng terjadi di akhir Oktober 2018. Di beberapa daerah, kata Sarwa, sudah turun hujan namun tidak deras dan tak merata.

Sarwa berharap hujan tak langsung turun deras. Sebab, kekeringan mengakibatkan kondisi tanah terbuka. Kondisi itu berpotensi banjir bandang maupun tanah longsor.

"Ini kita baru akan rapat kooordinasi seluruh pimpinan di Jawa Tengah, mengatasi kekeringan tapi juga mempersiapkan antisipasi bencana pada saat hujan," tandasnya.



(RRN)