Jokowi Yakin Indonesia Masuk 10 Besar Negara Dunia di 2030

Mustholih    •    Sabtu, 14 Apr 2018 13:41 WIB
presiden jokowi
Jokowi Yakin Indonesia Masuk 10 Besar Negara Dunia di 2030
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Puspas Perwitasari

Semarang: Presiden Joko Widodo meminta warga Indonesia mewaspadai konflik sosial antar umat beragama. Menurut jokowi, sapaan akrabnya, 80 persen lebih warga Indonesia melihat agama sebagai hal yang sangat penting bagi sendi kehidupan mereka.

"Berbagai penelitian menunjukkan mayoritas warga Indonesia di atas 80 persen dari survei, melihat agama merupakan hal yang sangat-sangat penting. Di saat yang sama terpotret konflik sosial antar agama juga harus terus kita waspadai, kita antisipasi," kata Jokowi saat memberi pembekalan kepada 5711 penyuluh agama se-Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 14 April, 2018.

Jokowi menambahkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki 714 suku, 1.100 bahasa lokal dan punya adat istiadat berbeda-beda. Sebagai negara majemuk yang memiliki jumlah penduduk besar, Indonesia harus mampu mengatasi rintangan-rintangan yang ada.

"Saya pernah terbang dari Banda Aceh langsung ke Wamena waktu yang ditempuh 9 jam 15 menit. Kalau terbang dari London, Inggris, ke timur sampai Istambul, Turki. itu ada 6 sampai 7 negara yang dilewati. Artinya negara kita ini sangat besar," ujar Jokowi menegaskan.

Melihat potensi konflik berbasis agama yang mengintai Indonesia, Jokowi berujar bahwa peran penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi sangat penting.

"Sebagai penyuluh agama harus mengajarkan kepada masyarakat untuk tetap optimis, mengajak kerja keras berusaha agar negara ini menjadi negara besar," tegas Jokowi.

Jokowi punya keyakinan Indonesia pada 2030 bakal masuk 10 negara besar di dunia. Sedangkan pada 2045, Indonesia bakal empat negara terkuat di dunia.

"Maka, tugas penyuluh agama jangan menebarkan prasangka-prasangka," beber Jokowi.


(SUR)