Pemkot Siapkan Ruangan Khusus Merokok di Malioboro

Patricia Vicka    •    Jumat, 13 Apr 2018 18:35 WIB
perda rokok
Pemkot Siapkan Ruangan Khusus Merokok di Malioboro
ilustrasi Medcom.id

Yogyakarta: Ruangan khusus merokok akan segera dihadirkan di kawasan Malioboro. Nantinya para wisatawan dan pengunjung Malioboro hanya boleh merokok di ruangan tersebut.

Keberadaan ruangan khusus merokok ini merupakan tindak lanjut dari penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta no 2 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan keberadaan ruangan khusus merokok ini sangat penting dan wajib ada di suatu kawasan. 

Pasalnya pasca Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diterapkan, seluruh pihak dilarang merokok disembarang tempat. Kegiatan merokok hanya boleh dilakukan diruangan atau tempat khusus yang sudah disediakan.

Pihaknya tengah berkordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan daerah atau ruangan khusus merokok di Malioboro. 
“Design (revitalisasi) Malioboro yang kemarin belum menyiapkan opsi tempat merokok. Sekarang sedang dikordinasikan untuk disiapkan,” ujar Heroe di Yogyakarta, Jumat 15 April 2018.

Ruangan khusus merokok akan dihadirkan di beberapa titik dan tersebar di kawasan Malioboro. Tak hanya Malioboro, ruangan khusus merokok turut dihadirkan di lokasi wisata dan tempat fasilitas umum lainnya seperti pasar tradisional.

 Dengan adanya perda KTR, Heroe mendorong para pemilik gedung atau instansi pemerintah menyiapkan ruangan bagi para perokok. Pemilik gedung juga wajib memasang tanda-tanda petunjuk yang jelas dimana lokasi ruangan boleh merokok. 

“Kalau tidak ada ruangan khusus merokok, berarti pengunjung dikawasan itu ya enggak boleh merokok sama sekali,” tegasnya.

Pemkot akan menjatuhkan sanksi berupa teguran hingga yang terberat adalah denda kepada pihak-pihak yang masih nekat merokok. 

“Sanksi maksimal yang tertuang Perda KTR adalah denda Rp7,5 juta dan kurungan penjara satu bulan,” pungkasnya.

Perda Kawasan Tanpa Merokok diketok palu pada 2017 dan mulai dijalankan diseluruh Kota Yogyakarta pada Selasa 20 Maret 2018. Substansi perda tersebut adalah melarang orang merokok di kawasan tanpa rokok. 

Ditahap awal, ada tujuh kawasan yang dilarang merokok yakni  pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, fasilitas pendidikan seperti sekolah dan universitas, tempat ibadah, tempat kerja, tempat bermain, angkutan umum dan lokasi fsilitas umum. Pada tujuh kawasan itu, pengunjung masih dieprbolehkan merokok di ruangan khusus yang disediakan.


(ALB)