Peringatan Asyura Ditentang Warga, Polisi Siaga

Deo Dwi Fajar Hari    •    Selasa, 11 Oct 2016 17:27 WIB
bentrok
Peringatan Asyura Ditentang Warga, Polisi Siaga
Pelaksanaan Asyura oleh penganut Syiah ditentang sekelompok orang. Foto: Metrotvnews.com/Deo

Metrotvnews.com, Semarang: Peringatan Asyura yang dihelat penganut Syiah di Gedung Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT) PRPP Semarang, Jawa Tengah, dibatalkan. Perhelatan ditentang sekelompok orang.

Panitia lalu memindahkan acara ke Masjid Nuruts Tsaqolain di Jalan Bom Lama. Lokasi kegiatan sudah dijaga ketat polisi, sementara acaranya baru akan berlangsung, Selasa (11/10/2016) malam.

Husein Ridho, wakil ketua panitia acara, mengaku sudah mengantongi izin. "Izin sudah masuk dari Polres maupun Polda. Kalau ada gangguan kita serahkan ke aparat, acara akan tetap berjalan," kata Ridho.

Setiap 10 Muharam, penganut Syiah menggelar acara haul Sayyidina Husain Bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW. Acara yang dikenal dengan peringatan Asyura ini, kata Ridho, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian memanjatkan doa.

"Acara intinya adalah ceramah dari Ustad Ahmad Baraqbah dari Pekalongan," kata dia.

Saat ini para penganut Syiah mulai sudah banyak berdatangan. Diperkirakan ada 1.000 peserta dari berbagai kota hadir. 

Terpisah, juru bicara Forum Umat Islam Semarang, Muhammad Lutfi menyayangkan pemberian izin untuk acara ini. "Kalau dibiarkan akan memunculkan benih konflik," kata dia.

Menurut dia, kegiatan serupa yang dilakukan penganut Syiah di daerah lain, seperti Jawa Timur dan Bogor, sudah tidak diperbolehkan.


(UWA)