Ratusan Pelajar Terjaring Razia Lalu Lintas

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:28 WIB
tilang
Ratusan Pelajar Terjaring Razia Lalu Lintas
Sejumlah pelajar di Gunungkidul saat terjaring operasi lalu lintas. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Kepolisian Resort Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar operasi lalu lintas di kawasan Kota Wonosari pada jam pulang sekolah, Selasa (20/9/2016). Dari operasi itu, puluhan pelajar tertangkap melanggar lalu lintas.

Sejumlah pelajar tampak kebingungan dan panik saat berhadapan dengan polisi. Hampir mayoritas tak bisa menunjukkan SIM.

Dela, pelajar SMK, tampak bingung lantaran polisi tak mengizinkan membawa pulang sepeda motor yang dipakai. Saat terjaring razia, pelajar 16 tahun ini mengaku hendak membeli perlengkapan untuk lomba.

"Ini malah ketangkap pak polisi. Terus saya pulangnya bagaimana? Ini telepon pak guru belum diangkat, di WA (whatsapp) belum balas," kata dia.

Meski belum memiliki SIM, Dela mengaku terpaksa menggunakan sepeda motor karena sulit memperoleh akses kendaraan umum dari rumahnya di Kecamatan Ponjong hingga sekolahnya di Wonosari.

"Kalau naik angkutan umum harus jalan kaki sekitar empat kilometer dari rumah, makanya saya pakai motor ke sekolah," ujarnya.

Polisi membawa sepeda motor para siswa yang terjaring operasi itu ke Mapolres Gunungkidul. "Orang tuanya yang harus mengambil ke Mapolres. Selain itu, juga harus membuat surat pernyataan untuk tidak membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor sendiri saat pergi ke sekolah," kata Kepala Polres Gunungkidul, AKBP Nugrah Trihadi.

Trihadi menambahkan, operasi lalu lintas kepada pelajar itu bertujuan menekan angka kecelakaan. Ia menyebut, banyak kasus kecelakaan di Kabupaten Gunungkidul melibatkan pelajar.

"Kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul 40 persennya melibatkan pelajar. Ini wujud rasa kasih sayang kita kepada generasi muda. Jangan sampai pelajar menjadi korban kecelakaan, atau paling tidak ini untuk mengurangi kecelakaan," ujarnya.


(SAN)