Tukang Pijat Tipu Puluhan Orang Jadi Relawan di Makkah

Rhobi Shani    •    Jumat, 22 Sep 2017 16:27 WIB
penipuan
Tukang Pijat Tipu Puluhan Orang Jadi Relawan di Makkah
Agus Widodo, tersangka kasus penipuan relawan pijat haji -- MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Seorang tukang pijat di Kecamatan Kedung, Jepara, Jawa Tengah, harus berurusan dengan polisi. Agus Widodo diduga menipu puluhan orang yang dijanjikan menjadi relawan pijat haji di Makkah.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, Agus meminta Rp13 juta kepada calon relawan. Uang itu, katanya, untuk mengurus administrasi dan jaminan selama di Makkah.

"Jumlah korban ada 50 orang. Semuanya sudah membayar. Tapi, setelah ditunggu cukup lama, ternyata tidak jadi berangkat," kata Yudi di Jepara, Jumat 22 September 2017.

Agus ditangkap pada Senin 18 September 2017. Ia dijerat Pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara.

"Sementara ini sudah ada 25 warga yang melapor," ungkap Yudi.

Di hadapan polisi, Agus mengaku, berinisiatif membuat relawan pijat karena kasihan dengan kondisi jamaah haji. Khususnya jamaah lansia.

Guna mewujudkan idenya itu, Agus mengajukan proposal ke Presiden Joko Widodo agar memberangkatkan relawan yang dibentuknya. "Saya mendapatkan jawaban dari Mensesneg. Isinya tidak terlalu paham. Terus, saya mulai merekrut warga dan saya janjikan bisa berangkat 7 Agustus 2017. Ternyata, isi surat itu harus berkoordinasi dengan Kemenag terlebih dahulu dan tahu-tahu batal," urainya.

Menurut Agus, uang Rp13 juta dari calon relawan digunakan untuk penerbitan sertifikat memijat dan pelatihan sebanyak Rp3 juta. Kemudian, Rp5 juta untuk akomodasi dan transportasi ke Jakarta. Sisanya, Rp5 juta untuk uang jaminan jika di Makkah calon relawan tidak mau memijit jamaah haji.

"Uangnya ada Rp150 juta dan sudah habis untuk ke Jakarta buat lobi-lobi ke Menteri Agama, selamatan, dan lain-lain. Saya akan berusaha untuk mengembalikan uang ini," beber Agus.

Sementara itu, Suparno, seorang korban, mengaku tertarik direkrut karena bisa sekalian menunaikan ibadah haji. Ia sudah mendapatkan sertifikat dan hanya sekali mendapat pelatihan memijat.

"Nanti jika pasti berangkat, dijanjikan akan dilatih kembali. Jika tidak jadi berangkat, dijanjikan uang kembali," ungkap Suparno, warga Desa Jebol Kecamatan Mayong.


(NIN)