10.000 Bungkus `Nasi Suro` Jadi Rebutan Warga Kendal

Iswahyudi    •    Kamis, 21 Sep 2017 16:03 WIB
tahun baru islamtahun baru hijriah
10.000 Bungkus `Nasi Suro` Jadi Rebutan Warga Kendal
Ribuan warga dari berbagai daerah berdesakan untuk memperebutkan nasi suro di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah -- MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Ribuan warga dari berbagai daerah berdesakan untuk memperebutkan nasi bungkus di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Nasi bungkus yang sudah didoakan ulama setempat dan dipercaya mampu membawa berkah itu biasa disebut `nasi suro`.

Nasi suro hanya dibuat saat peringatan Haul Sunan Abinowo atau Benowo. "Penuh perjuangan untuk dapat nasi bungkus ini. Harus berdesakan dan berebut. Kalau tidak, ya tidak dapat. Sebagian nasinya saya makan bersama anak, sisanya nanti dikeringkan dan disebar di sawah," kata Kofifah, warga Sojomerto, Reban, Batang, Jawa Tengah, Kamis 21 Februari 2017.

Kofifah percaya, nasi suro yang disebar di sawah dapat membuat hasil panen melimpah. Sebagian warga juga percaya, nasi suro yang dimasak bersama nasi yang biasa dimakan, dapat mendatangkan keberuntungan bagi keluarga.

Kofifah dan ribuan warga lainnya rela menunggu pembagian nasi suro sejak pagi. Mereka mulai merangsek menjelang zuhur, waktu nasi suro mulai dibagikan.

Aksi saling dorong dan berebut tidak dapat dihindarkan demi mendapatkan nasi berlauk mie dan sambal goreng itu. Tidak sedikit ibu-ibu sepuh yang menjerit karena terjepit dan terdorong.

"Tahun ini, kita siapkan 10.000 nasi bungkus hasil sumbangan dari warga sekitar. Tiap tahun, jumlah nasi bertambah. Tapi, warga yang datang juga semakin banyak," jelas Rohmat, panitia Haul Sunan Abinawa.

Benar saja, hanya dalam waktu 10 menit, 10.000 nasi bungkus langsung ludes. Petugas dan panitia mengaku kewalahan menghadapi warga yang beringat berebut nasi bungkus.

Usai berebut nasi suro, warga biasanya berziarah ke makan Sunan Abinawa sekaligus mengambil air suci dari gentong di dalam Masjid Jami Sunan Abinowo. Air suci tersebut ditampung dalam guci peningggalan Sunan Abinowo yang konon tidak pernah habis airnya. Air dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit.


(NIN)