Polisi Larang Aksi Bela Rohingya di Borobudur

Patricia Vicka    •    Senin, 04 Sep 2017 17:35 WIB
rohingya
Polisi Larang Aksi Bela Rohingya di Borobudur
Warga etnis Rohingya beraktivitas di kamp pengungsian di Rakhine, Myanmar, Ant - Willy Kurniawan

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Polres Magelang, Jawa Tengah, tak mengizinkan rencana aksi #SaveRohingya di depan Candi Borobudur. Rencananya, aksi itu digelar ratusan organisasi masyarakat pada Jumat 9 September 2017.

Kapolres Magelang AKBP Hendarsono mengatakan tak merekomendasikan izin utnuk aksi itu. "Tak boleh ada aksi di situ (sekitar Candi Borobudur)," tegas Kapolres melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Senin 4 September 2017.

Candi Borobudur merupakan warisan budaya Indonesia dan dunia. Keberadaannya menjadi ikon wisata yang harus dilestarikan. 

"Lagi pula enggak ada hubungannya Rohingya dengan Candi Borobudur. Kalau kita mengizinkan (aksi), nanti kita akan dikecam dunia internasional," katanya.

Bila bersikeras, Kapolres bakal menerjunkan seluruh pasukan untuk membubarkan acara. Selain itu, ujar Kapolres, ia belum menerima surat pengajuan aksi.

Koordinator aksi, Anang Imanudin, menjelaskan kegiatan itu dimulai dengan salat berjemaah di masjid dekat Candi. Lalu, peserta aksi longmars menuju Candi Borobudur.

Baca: Aksi #SaveRohingya bakal Digelar di Borobudur

"Di Borobudur, kami akan menyampaikan orasi untuk menghentikan pembunuhan masal di Rohingya. Aksi kami adalah aksi damai seperti aksi bela Islam di Jakarta,"tutupnya.



(RRN)