Dinas Perdagangan Kendal Akui Belum Mensosialisasikan HET Beras

Iswahyudi    •    Rabu, 06 Sep 2017 15:30 WIB
het beras
Dinas Perdagangan Kendal Akui Belum Mensosialisasikan HET Beras
Pembeli sedang memilih beras -- ANT/Makna Zaezar

Metrotvnews.com, Kendal: Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Sukron Hadi mengakui, pihaknya belum mensosialisasikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang diberlakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sejak 1 September 2017. Selama ini, baru disosialisasikan HET minyak goreng dan  gula pasir.

"Sebab, belum  ada intruksi dan surat resmi dari pusat maupun provinsi. Sehingga, kami belum melakukan sosialisasi terkait HET pada pedagang beras," kata Sukron di Kendal, Jawa Tengah, Rabu 6 September 2017.

(Baca: Pedagang Beras di Kendal tak Tahu Soal HET)

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan HET beras Rp9.450 per kilogram untuk beras medium dan Rp12.800 per kg untuk beras premium. Mendag menyatakan penetapan HET itu sudah mempertimbangkan berbagai aspek.

Namun, Kemendag memberikan kelonggaran waktu bagi pedagang untuk menerapkan aturan HET beras. Kelonggaran waktu yang diberikan ialah selama satu pekan ini.

(Baca: Penyesuaian HET Beras hingga Pekan Depan)

Dalam masa pelonggaran waktu selama sepekan ini, Kemendag dan Satgas Pangan akan memersuasi seluruh pedagang beras. Setelah itu, seluruh pedagang, ritel, dan pasar tradisional mesti mengikuti aturan tersebut. Bila mereka tetap bandel, pemerintah akan melayangkan peringatan hingga pencabutan izin usaha.

HET beras perlu dibuat untuk menjaga daya beli masyarakat. Beras yang merupakan komoditas pokok pangan mesti dijaga kestabilan harganya agar tidak memengaruhi daya beli dan inflasi.


(NIN)