Mediasi Buntu, Ambar Tjahyono Gugat Roy Suryo Rp12,5 Miliar

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 18 May 2017 14:54 WIB
partai demokratkasus hukum
Mediasi Buntu, Ambar Tjahyono Gugat Roy Suryo Rp12,5 Miliar
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Sleman: Konflik sesama politisi Partai Demokrat, Ambar Tjahyono dengan Roy Suryo memasuki babak persidangan. Jalan mediasi yang dilakukan pada 9 April 2017 tak menemukan solusi bagi dua pihak.

Sidang gugatan pun digelar Pengadilan Negeri Sleman pada Kamis, 18 Mei 2017. Sidang perdana tersebut dipimpin hakim ketua Ayun Kristiyanto, serta dua hakim anggota Wisnu Kristiyanto dan Eulis Nur Komariyah.

Penggugat dari kubu Ambar Tjahyono melalui pengacaranya, Irsyad Thamrin, membacakan materi gugatan. Sejumlah isi dari materi gugatan yang disampaikan, yakni Ambar menggugat Roy Suryo sebanyak Rp12,5 miliar. Alasan gugatan itu karena Roy dianggap telah membuat sejumlah kerugian terhadap Ambar.

"Bahwa tergugat telah mencoreng nama baik penggugat, dengan menuduh penggugat melakukan kecurangan berupa manipulasi dan penggelembungan suara pada pemilu legislatif 2014," kata Irsyad.

Menurut Irsyad, yang dituduhkan Roy kepada Ambar tidak terbukti dalam proses yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hasil Pileg 2014 di Dapil DIY, Ambar mendulang 38.152 suara, semantara Roy Suryo membukukan 28.144 suara. Kedua politisi itu memiliki selisih 10.008 suara, yang kemudian mengantarkan Ambar menduduki kursi DPR RI di Komisi VI.

Dalam perjalanan waktu, Roy dinilai terus bersuara di media bahwa Ambar melakukan tindakan kecurangan. Selain itu, Roy menganggap Ambar memiliki dua keanggotaan partai politik. Diduga dari polemik itu, akhirnya terjadi pergantian antarwaktu di kursi DPR, dimana Roy Suryo dilantik menjadi anggota DPR Komisi VI pada 6 April 2017, menggantikan Ambar Tjahyono.

Menurut Irsyad, semua tuduhan Roy yang juga disampaikan di sejumlah media telah membuat kliennya mengalami sakit sehingga harus berobat beberapa kali. Ini membuatnya tidak bisa hadir dalam beberapa agenda rapat di DPR.

Pengobatan yang Irsyad maksud yakni di Singapura yang menelan biaya sebanyak Rp4,5 miliar dan perawatan di rumah sakit di Jakarta dan Yogyakarta sebesar Rp3 miliar.

Irsyad meminta majelis hakim mengabulkan gugatannya. Selain mengganti biaya pengobatan senilai total Rp7,5 miliar, juga mengganti kerugian immateriil akibat tercoreng nama baik kliennya, senilai Rp5 miliar. Total, nilai gugatan tersebut sebesar Rp12,5 miliar.

"Juga menghukum tergugat dengan membayar dwangsom (uang paksa) senilai Rp1 juta per hari setiap kali tergugat lalai dalam menjalankan putusan ini," kata dia.

Sementara itu, salah satu pengacara Roy Suryo, Edi Sugondo mengatakan bakal memberikan jawaban atas gugatan itu pada persidangan pekan depan.

Sidang kali ini digelar setelah pada 9 April 2017 kedua belah pihak tidak mencapai kata sepakat dalam mediasi di PN Sleman.


(SAN)