Akhir Tahun, Lahan Bandara Ditargetkan Sudah Bersih dari Permukiman

Patricia Vicka    •    Senin, 28 Aug 2017 16:43 WIB
bandara
Akhir Tahun, Lahan Bandara Ditargetkan Sudah Bersih dari Permukiman
Eksekusi perumahan di lahan New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com Yogyakarta: Anggaran untuk relokasi warga terdampak bandara baru Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo turun. Pemerintah setempat menargetkan akhir tahun ini lahan calon bandara sudah siap dibangun.

"Empat bulan ke depan saya optimistis semua warga bisa direlokasi," ujar Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo usai menjadi pembicara dalam acara Angkringan Kebangsaan dan Deklarasi Pelajar Toleran DIY 2017 di Taman Pancasila Uiversitas Negeri Yogyakarta, Senin, 28 Agustus 2017.

Pemkab Kulon Progo tengah mengebut proses pembangunan rumah, sarana, dan prasarana di tempat relokasi mandiri. Hasto menjelaskan progres pembangunan di lima desa relokasi kini sudah mencapai sekitar 70 persen. 

Pihaknya masih terkendala ketiadaan aliran listrik dan air yang masuk ke daerah relokasi. Ia sudah mendesak PLN area DIY untuk segera mengalirkan listrik ke titik relokasi. "Saya sudah minta PLN dalam empat bulan harus ada listrik. Jalan belum diaspal. Tapi bahu jalan sudah bisa dilewati," jelas Hasto.

Sementara relokasi warga sistem magersari yang menempati lahan Pakualaman juga tengah dikebut. Pengerjaan rumah warga magersari dilakukan oleh pemerintah pusat. Kini bangunan rumah sudah dilakukan.

Selain itu Pemkab Kulon Progo masih terus mengawal dan bernegosiasi pada beberapa warga yang menolak pindah. Hasto mengaku warga yang menolak kini sudah berkurang. Jumlahnya sudah di bawah sepuluh orang. Ia akan terus bermusyawarah untuk meyakinkan warga agar mau pindah dan menyerahkan tanahnya.

"Pokoknya kami negosiasi terus supaya mereka pindah semua. Insyaallah empat bulan ke depan semua sudah pindah," tutupnya.

Pengebutan relokasi warga dilakukan sebab Angkasa Pura 1 selaku pembangun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menargetkan akan memulai proses pembangun landasan pacu disusul apron, taxi way dan bangunan terminal. AP 1 meminta pemkab dan warga mengosongkan seluruh lahan NYIA paling lambat empat bulan ke depan demi kelancaran pembangunan.


(SAN)