BNNP Jateng: Napi Nusakambangan Lihai Simpan Ponsel

Mustholih    •    Rabu, 02 Aug 2017 18:46 WIB
narkoba
BNNP Jateng: Napi Nusakambangan Lihai Simpan Ponsel
Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng. (Media Indonesia/Liliek Dharmawan)

Metrotvnews.com, Semarang: Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah mengomentari kasus penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap. Kepala BNN Jateng Brigjend Tri Agus Heru, meyakini tidak ada keterlibatan orang dalam (petugas) Lapas Nusakambangan terkait kasus penyelundupan tersebut.

"Saya yakin, mudah-mudahan, tidak ada keterlibatan orang dalam. Memang keahlian mereka (para narapidana) menyimpan ponsel yang digunakan. Saya kira kelihaian mereka," kata Tri Agus usai menghadiri serah terima jabatan Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng di Semarang, Rabu, 2 Juli 2017.

Baca: Belum Ada Langkah Jelas Hentikan Peredaran Narkoba dari Nusakambangan

Sebagai langkah memutus peredaran narkotika dari dalam Lapas Nusakambangan, BNNP Jateng menyatakan bakal lebih menggiatkan razia. Tri Agus mengakui beberapa kali Lapas Nusakambangan kecolongan dengan ulah para narapidana di sana.

"Saya kira kita terus lakukan kerja sama dalam rangka melakukan razia terhadap para napi yang masih terindikasi bisa kendalikan narkoba dari dalam Lapas. Kita harus terus perketat lagi untuk bisa melakukan pengawasan lebih maksimal," ujar Tri Agus.

Menurut Tri Agus, Kemenkumham Jateng sudah memiliki komitmen kuat dalam upaya pencegahan peredaran narkotika dari lapas-lapas. Buktinya, setiap BNN Jateng menerima informasi keterlibatan narapidana dalam peredaran narkotika di wilayahnya selalu berhasil terungkap.

"Saya menelepon Kakanwil, dalam lima menit itu sudah bisa ditangkap pelaku dan barang bukti bisa diamankan," jelas Tri Agus.

Lapas Nusakambangan beberapa bulan belakangan ini sering kecolongan oleh ulah beberapa narapidana di sana. Beberapa narapidana Nusakambangan sering tertangkap mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara.

Baca: Penyelendupan 1,2 Juta Ekstasi Dikendalikan Terpidana Mati

Terbaru, penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda yang dikendalikan oleh Aseng. Aseng diketahui terpidana mati di Nusakambangan.

Peran penyelundupan Aseng terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional jenis ekstasi asal Belanda. Ekstasi yang diselundupkan Aseng berbentuk minion, tokoh kartun dalam film Despicable Me, yang disimpan dalam 120 bungkus uang dikemas dalam plastik alumunium.

Petugas mengamankan ekstasi sebanyak 1,2 juta butir dari dua pelaku yakni Liu Kit Cung (penerima) dan Erwin (kurir). Cung ditangkap di gudang Jalan Raya Kali Baru, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang, Banten pada 21 Juli 2017.

Sementara Erwin ditangkap di parkiran Flavour Blizt Alam Sutra pada Minggu 23 Juli 2017. Dari hasil pengembangan, Erwin mengakui pengedaran barang haram tersebut dikendalikan oleh seseorang dari Lapas Nusa Kambangan bernama Aseng.


(SAN)