Lebih 96 Ribu Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 30 Jun 2018 12:36 WIB
kemarau dan kekeringan
Lebih 96 Ribu Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan
Ilustrasi kekeringan, Medcom.id - M Rizal

Gunungkidul: Dampak kekeringan meluas di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Hingga akhir Juni 2018, jumlah warga Gunungkidul yang terdampak kekeringan mencapai 96.523 orang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan kekeringan terjadi di 54 desa di 11 kecamatan. Artinya, kurang lebih 30 persen dari jumlah desa di kabupaten tersebut kering.

"Tapi tidak semua kekurangan air. Masih ada warga yang bisa mengakses air dari PDAM (perusahaan daerah air minum)," kata Edy di Gunungkidul, Sabtu, 30 Juni 2018. 

Edy mengaku sudah berkoordinasi dengan pengelola PDAM untuk mematahkan kawasan kekeringan dan ikut mendistribusikan air. Selain itu, BPBD masih terus mendistribusikan bantuan air sebanyak 24 tangki per hari. 

"Kami distribusikan bantuan air bersih tiap hari pakai enam unit mobil tangki," kata dia. 

Camat Tepus R Asis Budiarto mengatakan, sebanyak lima desa terdampak kekeringan selalu mendapatkan kiriman bantuan air bersih. Meski di desa-desa itu terjangkau PDAM, namun tak setiap hari air bisa diakses. 

Menurut dia, sejumlah warga biasanya telah membeli air dari tangki swasta seharga Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per tangki berisi 5 ribu liter. "Kita berencana membuatkan sumur bor dengan harapan bisa mengurangi dampak kekeringan saat musim kemarau," ucapnya. 

Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno meminta pemerintah setempat serius menghadapi kekeringan di musim kemarau dan bisa menyediakan air bersih. Menurut dia, jajaran dewan telah mengajukan anggaran untuk pembuatan embung di titik yang biasanya terdampak kekeringan. 

"Pemerintah daerah bisa koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani kekurangan air bersih setiap kemarau. Jangan sampai ini terus berulang," ujarnya. 



(RRN)