SBY: Tahun 2030 Ekonomi Indonesia Bisa Lebih Kuat

Pythag Kurniati    •    Jumat, 06 Apr 2018 20:04 WIB
ekonomi
SBY: Tahun 2030 Ekonomi Indonesia Bisa Lebih Kuat
SBY di Sragen, Jawa Tengah, Jumat, 6 April 2018

Sragen: Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan optimisme bahwa di tahun 2030 perekonomian Indonesia bisa menjadi lebih kuat. Bukan tidak mungkin, posisi perekonomian Indonesia yang saat ini berada di peringkat 16 akan bergeser ke peringkat 10 besar dunia.

Capaian itu, kata SBY dalam safari politiknya, bukanlah hal yang mustahil. “Kita harus optimistis jangan pesimistis menjadi bangsa, menjadi rakyat, menjadi pengusaha. Jangan pesimis dan berpikir negatif,” ungkap SBY dalam dialog Kewirausahaan bersama UMKM di Sragen, Jawa Tengah, Jumat, 6 April 2018.

Pernyataannya mengenai kemungkinan kondisi Indonesia di tahun 2030 bukan tanpa alasan. SBY memaparkan, Indonesia pernah diramalkan menjadi negara gagal dan bahkan lenyap dari peta dunia di tahun 1998. 

“Pada saat itu, Indonesia mengalami krisis ekonomi, politik, sosial, keamanan, hukum, dan krisis hubungan internasional," ujarnya.

Namun 10 tahun kemudian, tepatnya tahun 2008, Indonesia mampu membalikkan keadaan. Indonesia tercatat masuk anggota G20. Artinya, Indonesia menjadi salah satu dari 20 peringkat ekonomi terbesar di dunia. 

SBY menuturkan contoh lainnya adalah mengenai pertumbuhan pendapatan per kapita rakyat Indonesia. Di tahun 2005, SBY menyebut, pendapatan per kapita rakyat Indonesia sebesar 1.100 dolar Amerika Serikat.

Kemudian, selama 10 tahun yakni kurun 2004-2014, pendapatan per kapita naik 350 persen. “Menjadi 3.760 dolar Amerika Serikat per kepala per orang. Artinya ekonomi kita tumbuh 4 kali,” beber dia.

Atas dasar itulah, ia menilai Indonesia mampu memiliki ekonomi yang kuat di tahun 2030. Namun kondisi tersebut sangat mungkin dicapai hanya jika pemerintah saat ini bisa menjaga progres perekonomian positif yang pernah dialami Indonesia.

“Kalau bisa dijaga sebenarnya 2030, saya katakan hampir pasti, ekonomi kita akan strong, kuat,” kata SBY. Kekuatan tersebut ditandai meningkatnya penghasilan perorangan, meningkatnya daya beli orang seorang dan konsumen kelas menengah.

SBY berharap, pemerintah saat ini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi positif yang pernah dialami Indonesia.

“Dijaga pertumbuhannya, dikelola benar melalui kebijakan, program, strategi yang benar. Maka ekonomi Indonesia yang berada di posisi 16 dunia bisa  bergeser menjadi 10 besar dunia,” kata SBY.



(ALB)