Budaya dalam Berpolitik Perlu Dihidupkan Kembali

Patricia Vicka    •    Sabtu, 14 Apr 2018 10:17 WIB
pkb
Budaya dalam Berpolitik Perlu Dihidupkan Kembali
Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Mendekati Pilkada dan Pilpress 2019, kondisi politik di Indonesia mulai memanas. Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai budaya perlu dihidupkan kembali dalam pelaksanaan politik dan pesta demokrasi di Indonesia.

Dia melihat sikap saling mengejek, serta menebarkan kebencian dan hal-hal negatif mulai jamak dijumpai. Baik dalam kehidupan nyata maupun dunia maya.

"Budaya jadi panglima dalam berpolitik. Sebab budaya dapat memberi warna indah pada empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebinekaan," ujar Cak imin dalam Dialog Kebudayaan di Angkringan JAC, Ndalem Yogyakarta, Jumat 13 April 2018, malam.

Indonesia bisa menjalankan politik lebih beradab, penuh kemanusiaan dan bermartabat, jika kebudayaan dihidupkan dan dijalankan kembali. Dia merasa miris dengan kondisi perebutan kekuasaan di Indonesia yang masih jauh dari bermartabat.

"Akhir-akhir ini kita berada dalam kondisi tidak nyaman. Ada kecurigaan antar anak bangsa," katanya.

Perlu perubahan dan gebrakan menciptakan politik beradab. Di antaranya edukasi politik yang santun dan berbudaya.

Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk berpolitik dan berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi.

"Serta ajakan memilih seorang pemimpin berdasarkan kapasitas dan visi misi serta program kerja yang diusungnya. Bukan karena iming-iming lainnya," pungkasnya.


(SUR)