Retribusi Sampah di Solo Segera Dipungut Non Tunai

Pythag Kurniati    •    Jumat, 27 Oct 2017 19:21 WIB
transaksi non tunai
Retribusi Sampah di Solo Segera Dipungut Non Tunai
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Solo: Pemerintah Kota Surakarta mulai memungut Retribusi Pelayanan Persampahan atau Kebersihan (RPPK) secara nontunai. Peluncuran penarikan retribusi nontunai ini akan dilakukan Minggu 29 Oktober 2017.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Hasta Gunawan mengungkapkan, selama ini penarikan retribusi RPPK dilakukan dari pintu ke pintu. "Biasanya ditarik saat acara perkumpulan PKK," ungkap Hasta kepada wartawan, Jumat, 27 Oktober 2017.

Kini masyarakat bisa membayar retribusi melalui pesan singkat (sms) maupun produk T-Cash yang dikeluarkan Telkomsel. Tujuannya, agar lebih cepat, efektif dan transparan.

Pemilik gawai, dapat melakukan aktivasi aplikasi dengan menghubungi *800*80*(12 digit nomor serial)*(Pin TCash)#. Kemudian masyarakat bisa mengisi saldo sesuai kebutuhan.

Selanjutnya masyarakat mendaftarkan diri ke petugas Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan Nomor Wajib Retribusi (NWR). Untuk langkah awal, petugas dinas akan diterjunkan ke masing-masing wilayah.

Jumlah wajib retribusi pelayanan persampahan kategori pengusaha di Kota Solo ada 5.148 orang. Sedangkan wajib retribusi pelayanan persampahan dari masyarakat sebanyak 70 ribu.

Nilai retribusi pelayanan persampahan yang ditarik beragam. Untuk masyarakat mulai Rp3.000 hingga Rp5.000 per bulan. Sedangkan pengusaha mulai Rp10 ribu per bulan.

Ia menuturkan, penarikan retribusi secara nontunai otomatis dapat mengalihkan energi untuk menggali sumber-sumber wajib retribusi lainnya. “Kami perkirakan masih ada 40 ribu potensi retribusi yang kami targetkan segera bisa ditarik,” beber dia.


(SUR)